BMKG Prediksi Kabut Asap Selimuti Sulawesi Tenggara hingga 22 Oktober

Kabut asap di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra

BMKG Prediksi Kabut Asap Selimuti Sulawesi Tenggara hingga 22 Oktober

Whisnu Mardiansyah • 20 October 2026 14:12

Kendari: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk mewaspadai kabut asap yang diperkirakan masih menyelimuti sejumlah wilayah hingga 22 Oktober 2026.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari, Heri Purnomo, mengatakan pemantauan citra satelit Himawari-9 menunjukkan kabut asap masih terdeteksi di Sultra dan wilayah sekitarnya. Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya jarak pandang mendatar hingga kurang dari lima kilometer.

"Hasil pengamatan stasiun UPT BMKG di Sultra seperti Baubau, Kendari, Ranomeeto, dan Pomalaa memantau adanya udara kabur akibat asap hingga pagi hari, namun menjelang sore dan malam hari kepekatannya berkurang dengan jarak pandang membaik menjadi 8-9 kilometer," kata Heri, seperti dilansir Antara, Selasa, 20 Oktober 2026.

Heri menjelaskan, angin di wilayah tersebut umumnya bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 2–20 knot. Pergerakan angin itu membawa asap dari luar daerah, termasuk Papua Selatan dan Maluku, menuju Sultra, kemudian bercampur dengan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setempat.
 


"Berdasarkan data satelit sensor VIIRS dan MODIS per 18 Oktober 2026, terdapat 189 titik panas (hotspot) di wilayah Sultra, dimana titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi di Kota Baubau, Kabupaten Bombana, Buton, Konawe Utara, dan Muna," ujarnya.

Meski kabut asap terpantau di sejumlah lokasi, Heri menyampaikan indeks kualitas udara berdasarkan konsentrasi partikulat halus PM2,5 di Sultra secara umum masih berada dalam kategori baik hingga sedang. Kondisi tersebut diperkirakan dapat berulang selama beberapa hari ke depan.


Petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan. (Metro TV/ Rahmad Addek)


BMKG memperkirakan kabut asap kategori sedang berpotensi muncul di Kabupaten Kolaka dan sebagian wilayah Bombana pada 20–21 Oktober. Pada 22 Oktober, sebarannya diprakirakan meluas ke Kota Kendari, Kolaka, Bombana, Kota Baubau, Buton, Buton Tengah, Buton Selatan, Buton Utara, Konawe Selatan, Konawe Utara, Konawe, Muna, dan Muna Barat.

Untuk mengurangi dampak paparan asap, masyarakat diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak konsumsi air putih, serta menutup jendela saat asap semakin pekat. Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan orang dengan gangguan pernapasan juga disarankan membatasi kegiatan di luar ruangan.

"Selain itu pengguna jalan, transportasi laut, dan penerbangan, diminta untuk selalu waspada serta menyalakan lampu kendaraan atau kapal apabila terjadi penurunan jarak pandang secara signifikan guna mendukung keselamatan perjalanan," kata Heri Purnomo.

(Whisnu M)