Ilustrasi Sakit. Dok. Pexels
Cuaca Mulai Tak Menentu, Kenali Penyakit yang Mengintai saat Pancaroba
Angel Rinella • 6 October 2026 16:57
Jakarta: Peralihan cuaca atau pancaroba terjadi ketika suatu wilayah mulai memasuki pergantian dari satu musim ke musim lainnya. Pada masa ini, kondisi cuaca dapat berubah-ubah sehingga masyarakat perlu menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan.
Menurut buku Pintar Penanggulangan Kekeringan karya Dion Yulianto, pancaroba merujuk pada masa pergantian musim, baik dari musim kemarau ke hujan maupun sebaliknya. Perubahan musim tersebut dapat membuat kondisi cuaca menjadi tidak menentu dalam periode tertentu.
Kondisi cuaca yang tidak menentu selama pancaroba juga dapat mempengaruhi kesehatan tubuh. Ketika daya tahan tubuh menurun, seseorang menjadi lebih rentan terserang penyakit yang sering muncul pada masa peralihan musim.
Menjaga kondisi tubuh menjadi penting ketika memasuki musim pancaroba agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan dengan baik. Berikut pengertian pancaroba, penyakit yang perlu diwaspadai, serta tips menjaga kesehatan selama perubahan cuaca.
Baca Juga :
BMKG Prediksi Musim Kemarau di Jakarta Hingga Akhir Oktober, Warga Diimbau Waspada Cuaca Transisi

Ilustrasi Hujan. Dok. Antara
Apa itu Musim Pancaroba?
Musim pancaroba dapat dipahami sebagai periode ketika terjadi perubahan dari musim hujan ke kemarau atau sebaliknya. Kondisi tersebut membuat cuaca lebih sulit diperkirakan dibandingkan ketika suatu wilayah berada dalam satu musim.
Dikutip dari buku Aviapedia karya Singgih Handoyo, pancaroba terbagi menjadi dua jenis berdasarkan arah pergantian musim. Berikut pembagiannya:
- Musim mareng, yaitu masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau.
- Musim labuh, yaitu masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.
Sementara itu, mengutip laman resmi Dinas Kesehatan Badung, menjelaskan pancaroba sebagai masa transisi dari satu musim ke musim lainnya. Contohnya, perubahan dari kemarau menuju hujan yang terjadi sekitar Maret hingga April, serta perubahan dari hujan menuju kemarau sekitar Oktober hingga Desember.
Perubahan cuaca yang terjadi pada masa tersebut tidak hanya mempengaruhi aktivitas sehari-hari, tetapi juga dapat berdampak pada kondisi tubuh. Ketika cuaca berubah-ubah, tubuh perlu terus melakukan penyesuaian terhadap lingkungan.
Penyakit yang Perlu Diwaspadai Saat Pancaroba
Kondisi cuaca yang tidak menentu pada masa pancaroba dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan. Terlebih jika kondisi daya tahan tubuh sedang menurun, risiko terkena penyakit dapat meningkat.
Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), berikut penyakit yang perlu diwaspadai selama masa peralihan musim:
- Influenza
- Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
- Demam Berdarah Dengue (DBD)
- Diare
- Demam tifoid
- Asma
- Alergi
Kemenkes menyebut tubuh perlu beradaptasi dengan perubahan kondisi cuaca yang berlangsung selama pancaroba. Kondisi tersebut dapat membuat orang dengan daya tahan tubuh kurang baik lebih mudah mengalami gangguan kesehatan.
Karena itu, menjaga kondisi tubuh menjadi salah satu langkah yang perlu dilakukan selama menghadapi pancaroba. Pola hidup sehat juga dapat membantu menjaga kebugaran agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan.
Tips Menjaga Kesehatan saat Musim Pancaroba
Kemenkes menghimbau masyarakat untuk menerapkan sejumlah kebiasaan sehat selama kondisi cuaca tidak menentu. Langkah tersebut dapat dilakukan mulai dari menjaga asupan makanan hingga memastikan tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
Berikut tips yang dapat diterapkan:
- Mencukupi kebutuhan vitamin C untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang agar kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi.
- Mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer sebelum dan setelah makan untuk menjaga kebersihan tangan.
- Menjaga kebersihan tubuh dengan rutin mandi dua kali sehari.
- Melakukan aktivitas fisik setidaknya 30 menit setiap hari.
- Memperbanyak minum air putih agar kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi.
- Mengonsumsi makanan dan minuman bernutrisi yang mengandung vitamin untuk membantu menjaga kekebalan tubuh.
- Mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi untuk membantu memperbaiki sel tubuh dan mendukung kemampuan tubuh melawan kuman atau virus.
- Mencukupi waktu istirahat agar tubuh tetap segar dan daya tahan tubuh terjaga.
Kebiasaan tersebut dapat diterapkan sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi tubuh selama menghadapi perubahan cuaca. Masyarakat juga disarankan tetap disiplin menerapkan perilaku hidup sehat dalam aktivitas sehari-hari.
Apabila mengalami gejala penyakit, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Pemeriksaan sejak awal dapat membantu seseorang memperoleh penanganan sesuai kondisi yang dialami.