Gelombang Tinggi 2,5 Meter Intai Perairan Selatan Bali hingga 1 November

Kondisi gelombang laut di pantai Padanggalak, Denpasar. ( MI/Ruta Suryana)

Gelombang Tinggi 2,5 Meter Intai Perairan Selatan Bali hingga 1 November

Rute Suryana • 29 October 2026 23:39

Denpasar: Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Bali. Tinggi gelombang di perairan selatan Bali dan Selat Lombok bagian selatan diprediksi berpotensi mencapai 2,5 meter mulai Kamis, 29 Oktober, hingga Minggu, 1 November 2026.

Kepala BMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, memaparkan bahwa selain ancaman gelombang laut yang meninggi, pihaknya juga memprediksi cuaca di Pulau Dewata akan didominasi awan tebal disertai curah hujan dengan intensitas bervariasi.

“Kondisi cuaca umumnya berawan hingga hujan ringan. Potensi hujan ringan hingga lebat secara tidk merat di wilayh Bali,” tulis Cahyo Nugroho dalam keterangannya, Kamis, 29 Oktober 2026.


Kondisi gelombang laut di pantai Padanggalak, Denpasar. ( MI/Ruta Suryana)

Berdasarkan data cuaca dan maritim dari BMKG Denpasar, berikut adalah rincian prakiraan tinggi gelombang laut dan kecepatan angin di perairan Bali dan sekitarnya:
  • Perairan Selatan Bali dan Selat Lombok Bagian Selatan: Tinggi gelombang berpotensi mencapai 2,5 meter.

  • Selat Badung dan Selat Bali Bagian Selatan: Tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 2 meter.

  • Perairan Utara Bali dan Selat Lombok Bagian Utara: Tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 1,5 meter.

  • Kecepatan Angin: Berkisar antara 4 hingga 35 km/jam, bergerak bertiup dari arah timur menuju selatan.

BMKG Denpasar mengimbau kepada masyarakat umum, nelayan dan pelaku kegiatan wisata bahari untuk waspada karena potensi tinggi gelombang laut bisa mencapai 2 meter hingga lebih. Sementara itu, dari pantaun di lapangan di wilayah Kuta Utara, hampir sepanjang hari tampak cuaca mendung bahkan sempat turun hujan ringan pada pagi hari.

(Lukman Diah Sari)