Doa Berlindung dari Dicabutnya Nikmat dan Terkena Bencana

Ilustrasi Medcom.id

Doa Berlindung dari Dicabutnya Nikmat dan Terkena Bencana

Putri Purnama Sari • 11 September 2026 04:39

Jakarta: Berbagai bencana alam masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, seperti erupsi gunung, gempa bumi, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di tengah kondisi tersebut, umat Islam dianjurkan untuk senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai musibah dan bencana. 

Selain berikhtiar menjaga keselamatan, doa dapat menjadi salah satu bentuk permohonan seorang Muslim agar diberikan kesehatan, keselamatan, dan perlindungan.

Salah satu doa yang dapat diamalkan adalah doa yang diajarkan Rasulullah SAW. Doa ini berisi permohonan perlindungan dari hilangnya nikmat, berubahnya kesehatan, datangnya hukuman secara tiba-tiba, serta segala bentuk kemurkaan Allah SWT.

Doa Berlindung dari Dicabutnya Nikmat dan Terkena Bencana

Berikut bacaan doa yang dapat diamalkan:



Allaahumma innii a‘uudzu bika min zawaali ni‘matik, wa tahawwuli ‘aafiyatik, wa fujaa’ati niqmatik, wa jamii‘i sakhatik.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari hukuman-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu.” (HR. Muslim).

Makna Doa Berlindung dari Dicabutnya Nikmat

Doa ini mengandung permohonan agar Allah SWT senantiasa menjaga berbagai nikmat yang telah diberikan kepada hamba-Nya. Nikmat tersebut tidak hanya berupa harta, tetapi juga kesehatan, keselamatan, ketenangan, keluarga, serta berbagai bentuk kebaikan lainnya.

Selain memohon agar nikmat tidak dicabut, umat Islam juga meminta perlindungan dari berubahnya kesehatan dan datangnya hukuman atau musibah secara tiba-tiba.

Dengan membaca doa ini, seorang Muslim diingatkan untuk senantiasa bersyukur atas nikmat Allah SWT sekaligus menyadari bahwa segala sesuatu yang dimiliki merupakan karunia dari-Nya.

Doa ini dapat diamalkan dalam keseharian sebagai bentuk ikhtiar untuk memohon perlindungan dan keselamatan kepada Allah SWT.

(Putri Purnama Sari)