JK Tegaskan Pentingnya Penghijauan Lingkungan untuk Cegah Bencana

Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla menghadiri Pelantikan Kepengurusan PMI DIY periode 2026-2031 di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Minggu (13/9/2026). ANTARA/Hery Sidik

JK Tegaskan Pentingnya Penghijauan Lingkungan untuk Cegah Bencana

Achmad Zulfikar Fazli • 13 September 2026 14:34

Yogyakarta: Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat Jusuf Kalla (JK) menegaskan pentingnya penghijauan lingkungan sebagai upaya bersama mencegah berbagai bencana, seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan. Bencana yang terjadi seperti banjir, tanah longsor, dan masalah lainnya, karena lingkungan rusak oleh ulah manusia pada masa lalu.

"Karena itulah maka PMI bersama-sama tentunya dengan pemerintah, sekarang merencanakan penghijauan di lingkungan kita masing-masing," kata JK saat pengarahan Pelantikan Kepengurusan PMI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2026-2031 di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, dilansir dari Antara, Minggu, 13 September 2026.

Menurut dia, penghijauan lingkungan menjadi satu satu langkah mencegah banjir, longsor, maupun musibah lingkungan lain. Oleh karena itu, semua pihak harus bersama-sama mencegah terjadinya masalah lingkungan.

"Karena itulah prinsip dasar PMI adalah kemanusiaan. Kemanusiaan yang mandiri, kemanusiaan yang tentunya perlu kita laksanakan secara bersama-sama," kata JK.

JK mengatakan saat ini di Indonesia terdapat berbagai bencana yang terjadi hampir bersamaan, seperti di Sumatra, Aceh, gempa bumi di NTT, kekeringan yang melanda di Jawa, dan beberapa pulau lainnya. Selain itu, erupsi Gunung Anak Krakatau serta kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatra, yang semua membutuhkan perhatian bersama masyarakat dan pemerintah.

"Karena apabila bencana, maka masyarakat tidak bisa berbuat banyak. Karena itu ekonomi daerah itu akan sangat terganggu, kehidupan masyarakat akan sangat terganggu," kata JK.

Ilustrasi bangunan rusak akibat gempa. Foto- MI


JK mengatakan masyarakat yang tidak terkena bencana harus memberikan sumbangan dan perhatian besar kepada korban. Sebab, dari segi agama, hal itu sebagai amal besar untuk semua membantu sesama yang mengalami bencana.

"Namun pada dewasa ini, prinsip kita bersama-sama lebih baik mencegah daripada membantu menyelesaikan. Sekarang ini PMI bukan hanya bergerak dalam menyelesaikan bencana, kita bergerak juga agar bagaimana tidak timbul bencana," kata JK.

Dia mengatakan Palang Merah dibentuk untuk mengoordinasikan atau mengatur kerja sama masyarakat kepada para korban. PMI berada di tengah antara kelompok masyarakat yang ingin membantu dan yang dibantu.

"PMI berada di tengah, menerima bantuan dari masyarakat, dari perusahaan-perusahaan yang mampu untuk disalurkan kepada masyarakat yang tidak mampu dengan organisasi dan perlengkapan yang baik," kata JK.

(Achmad Zulfikar Fazli)