Kartu Nusuk Jemaah Haji Bakal Dibagikan Sejak di Indonesia

Ilustrasi jemaah haji. Foto: Dok. Istimewa.

Kartu Nusuk Jemaah Haji Bakal Dibagikan Sejak di Indonesia

Fachri Audhia Hafiez • 15 January 2026 09:04

Jakarta: Pemerintah melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah berencana mendistribusikan kartu pintar atau smart card (Kartu Nusuk) kepada jemaah haji 1447 H/2026 M sejak masih berada di Indonesia. Langkah ini diambil untuk memastikan kepastian akses legalitas jemaah ke wilayah Makkah, Madinah, hingga area puncak haji di Arafah.

"Kebijakan ini diambil untuk memberikan ketenangan psikologis bagi jamaah sebelum berangkat. Pentingnya nusuk bagi haji adalah sebagai akses legalitas jamaah Indonesia," ujar Staf Teknis KJRI Jeddah, Hasyim Hilaby, saat pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 15 Januari 2026.
 


Hasyim menjelaskan bahwa kartu ini berfungsi sebagai filter untuk mencegah masuknya pihak ilegal yang dapat mengganggu mobilitas jemaah resmi. Dengan pembagian di Tanah Air, potensi masalah distribusi yang kerap terjadi di Arab Saudi dapat diminimalisasi. KJRI juga memastikan aktivasi kartu akan dilakukan lebih dini di Indonesia guna memudahkan jamaah setibanya di Tanah Suci.

Menanggapi kekhawatiran jamaah, khususnya lansia, terkait kewajiban penggunaan aplikasi digital, KJRI menegaskan bahwa penggunaan aplikasi Nusuk di ponsel tidak bersifat wajib bagi jamaah haji reguler. Instrumen utama untuk akses peribadatan dan mobilitas tetap bertumpu pada kartu fisik yang dipegang masing-masing jamaah.


Kartu Nusuk. Foto: Metrotvnews.com/Misbahol Munir.

"Tidak, tidak diharuskan (aplikasi ponsel). Aplikasi yang di HP itu ibaratnya hanya sebagai backup saja. Orang-orang Indonesia ini sudah jelas dengan seragam batiknya, mereka (petugas Saudi) sudah tahu bahwa itu jamaah haji," tegas Hasyim.

Aplikasi digital hanya berfungsi sebagai cadangan darurat jika jamaah kehilangan kartu fisik atau terpisah dari rombongan. Hasyim berharap penjelasan ini dapat mengurangi beban pikiran jamaah terkait urusan teknis yang rumit, sehingga mereka dapat lebih fokus pada persiapan ibadah haji.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)