BMKG Deteksi Awan Cumulonimbus di Sejumlah Wilayah, Ini Rinciannya

Ilustrasi awan cumulonimbus. Foto: Antara

BMKG Deteksi Awan Cumulonimbus di Sejumlah Wilayah, Ini Rinciannya

Lukman Diah Sari • 22 September 2026 06:46

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat, khususnya para pengguna jasa transportasi udara, untuk mewaspadai potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB), pada 22 September 2026. Keberadaan awan ini berpotensi memicu cuaca ekstrem yang dapat menganggu penerbangan.

"Kami sampaikan potensi awan Cumulonimbus yang berpotensi menghasilkan hujan sedang hingga lebat, serta dapat disertai dengan petir dan angin kencang," jelas Prakirawan Cuaca BMKG, Lintang, dalam siara prakiraan cuaca BMKG, dikutip pada Selasa, 22 September 2026. 

Sejumlah wilayah udara yang berpotensi ditutupi awan hujan tersebut, yakni:
  • Wilayah barat: Aceh, Riau, Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung, Kepulauan Mentawai, Selat Malaka bagian utara, dan Kepulauan Natuna.

  • Wilayah tengah: Sebagian Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat.

  • Wilayah timur: Wilayah Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah. 

"Serta perairan Samudera Pasifik utara Papua," ungkap Lintang.


Prakirawan cuaca BMKG, Lintang, menyampaikan potensi awan hujan hari ini, 22 September 2026. (tangkapan layar/BMKG)

Menyikapi kondisi cuaca ini, BMKG memberikan peringatan khusus bagi masyarakat yang akan bepergian menggunakan pesawat terbang. Kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama pada fase kritis penerbangan.

"Terutama saat lepas landas maupun mendarat, untuk selalu mengikuti informasi terbaru dari bandara dan maskapai penerbangan," jelas dia.

(Lukman Diah Sari)