Indonesia Dorong Kerja Sama Kota Cerdas untuk Pererat Konektivitas ASEAN-Pacific Alliance

Menteri Luar Negeri Sugiono mendorong penguatan konektivitas antara ASEAN dan Pacific Alliance. Foto: Kemlu RI

Indonesia Dorong Kerja Sama Kota Cerdas untuk Pererat Konektivitas ASEAN-Pacific Alliance

Muhammad Reyhansyah • 24 September 2026 17:12

New York: Menteri Luar Negeri Sugiono mendorong penguatan konektivitas antara ASEAN dan Pacific Alliance melalui kolaborasi di tingkat kota, termasuk pengembangan kerja sama kota cerdas.

Dorongan tersebut disampaikan Menlu Sugiono dalam Pertemuan ke-9 Tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN-Pacific Alliance yang digelar di sela-sela High Level Week Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-81 di New York, Amerika Serikat (AS). 

Pacific Alliance terdiri atas Chile, Kolombia, Meksiko, dan Peru.

Menurut Menlu Sugiono, hubungan antara ASEAN dan Pacific Alliance terus berkembang seiring meningkatnya keterkaitan kedua kawasan melalui pasar, masyarakat, dan berbagai peluang kerja sama.

Menjelang dua dekade kerja sama ASEAN dengan negara-negara Amerika Latin yang tergabung dalam Pacific Alliance, Menlu Sugiono turut mengapresiasi komitmen kedua kawasan dalam mendorong keterbukaan ekonomi.

Menlu Sugiono menilai penguatan hubungan kedua kawasan perlu diikuti dengan konektivitas yang lebih luas. Konektivitas tersebut tidak hanya mencakup infrastruktur fisik, tetapi juga jaringan digital serta hubungan antarmasyarakat.

“ASEAN dan Pacific Alliance perlu konektivitas yang lebih kuat. Tidak hanya konektivitas fisik, tetapi juga konektivitas digital dan hubungan antarmasyarakat. Ini bertujuan untuk mewujudkan kemitraan yang lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Menlu Sugiono dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri RI, Kamis, 24 September 2026.

Dorong Jejaring Kota Cerdas

Salah satu bentuk kerja sama yang dinilai dapat menerjemahkan gagasan tersebut adalah pengembangan kota cerdas. Indonesia melihat peluang untuk menghubungkan kota-kota besar di ASEAN dengan sejumlah kota penting di Chile, Kolombia, Meksiko, dan Peru.

Jejaring antarkota itu diharapkan dapat membuka ruang bagi kedua kawasan untuk mengembangkan kolaborasi yang lebih praktis, sekaligus menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat perkotaan.

Indonesia menekankan kerja sama ASEAN dan Pacific Alliance perlu memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat serta menciptakan peluang baru di antara kedua kawasan.

Pertemuan tingkat menteri tersebut dipimpin bersama oleh Thailand dan Meksiko. Kerja sama ASEAN-Pacific Alliance mencakup sejumlah sektor, antara lain ekonomi, pendidikan dan kepemudaan, lingkungan hidup, serta pariwisata.

Salah satu bentuk implementasi kerja sama tersebut telah dilakukan pada 2025 melalui peluncuran ASEAN-Pacific Alliance Online Learning Initiative on Tourism yang membahas pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Meski dipisahkan oleh jarak geografis, kemitraan antara 11 negara ASEAN dan empat negara Pacific Alliance dinilai membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat di kedua kawasan.

(Fajar Nugraha)