Pelatih Timnas Singapura Gavin Lee saat memberikan keterangan dalam konferensi pers usai laga melawan Timnas Indonesia pada FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat, 25 September 2026. Metrotvnews.com/Muhammad Adyatma
Usai Kalah dari Indonesia, Pelatih Singapura: Kami Tidak Pernah Menyerah
Muhammad Adyatma Damardjati • 25 September 2026 23:34
Jakarta: Pelatih Singapura Gavin Lee memilih tidak memperpanjang pembahasan mengenai keputusan wasit yang memberikan kartu merah dan penalti dalam pertandingan melawan Timnas Indonesia pada FIFA ASEAN Cup 2026.
Gavin menilai kedua insiden tersebut berada di luar kendali tim. Ia lebih memilih membicarakan respons para pemain setelah menghadapi situasi tersebut serta persiapan Singapura untuk pertandingan berikutnya.
Permainan Singapura yang mulai membaik pada babak kedua kembali menghadapi kendala setelah salah satu pemainnya menerima kartu merah dan Indonesia mendapat hadiah penalti.
Singapura akhirnya harus mengakhiri pertandingan dengan 10 pemain dan menelan kekalahan 0-2 dari Indonesia. Meski demikian, Gavin tidak menjadikan keputusan wasit sebagai fokus utama evaluasinya.
"Terkait dua insiden itu, saya tidak akan membuang waktu membicarakannya. Saya tidak bisa mengontrol apa yang dilakukan wasit. Yang bisa saya bicarakan adalah bagaimana kami merespons," ujar Gavin dalam konferensi pers, Jumat, 25 September 2026.
Gavin juga menyoroti sikap para pemain setelah Singapura kehilangan satu pemain. Ia melihat skuadnya tetap berusaha memberikan perlawanan hingga pertandingan berakhir.
"Kami tim yang tidak pernah menyerah, tidak pernah mengalah. Itu sangat terlihat meski ada kartu merah dan penalti. Nilai-nilai ini penting bagi kami dan harus kami pertahankan sampai Piala Asia," jelasnya.
Kekalahan dari Indonesia membuat Singapura harus segera mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya. Gavin menegaskan timnya akan menjalani setiap pertandingan secara bertahap.

Luke Vickery berduel dengan pemain Singapura. Foto: X/@timnasindonesia
Sikap tersebut juga diterapkan setelah Malaysia meraih kemenangan atas Bangladesh pada pertandingan Grup A lainnya. Gavin memilih tidak terlalu jauh melihat hasil pertandingan lain dan meminta timnya berkonsentrasi pada laga yang akan dihadapi.
"Kami selalu bilang, kami menjalani satu pertandingan demi satu pertandingan. Saya tahu ada dua laga di depan kami, tapi kami memperlakukan laga berikutnya sebagai final kami, lalu melakukan yang terbaik melawan Bangladesh," tutupnya.