Pembangkit listrik milik CDIA. Foto: dok CDIA.
Pasca-IPO, CDIA Cetak Laba Bersih USD127,8 Juta di 2025
Husen Miftahudin • 25 March 2026 16:12
Jakarta: PT Chandra Daya Investasi Tbk atau CDI Group (CDIA) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja keuangan yang solid dan operasional yang agresif pada tahun perdananya sebagai perusahaan publik.
Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan perseroan dalam menjaga momentum pertumbuhan melalui ekspansi usaha serta penguatan struktur permodalan yang signifikan. Pada 2025 juga dianggap menjadi tonggak penting bagi perseroan.
"2025 merupakan momentum transformasi bagi CDI Group setelah menjadi perusahaan terbuka. Kami berhasil mencatatkan kinerja yang solid, didukung oleh operasional yang kuat serta strategi pertumbuhan yang dijalankan secara disiplin," kata Direktur CDI Group Jonathan Kandinata dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 25 Maret 2026.
Sepanjang 2025, CDI Group membukukan EBITDA sebesar USD118,8 juta, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih mencapai USD127,8 juta, sementara pendapatan tumbuh menjadi USD148 juta, dengan kontribusi terbesar berasal dari segmen logistik yang mencatat pertumbuhan paling tinggi.
Perseroan juga menetapkan dividen interim sebesar USD10 juta sebagai bentuk komitmen dalam memberikan nilai kepada pemegang saham, sekaligus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kesehatan keuangan.
| Baca juga: BTN Catat Laba Rp503 Miliar hingga Februari 2026, Ini Penopang Utamanya |
.jpeg)
(Salah satu bisnis CDI Group. Foto: dok CDIA)
Total aset capai USD1,74 miliar
Dari sisi keuangan, posisi CDI Group tetap kuat dengan total aset mencapai USD1,74 miliar dan kas serta setara kas sebesar USD803,3 juta. Struktur permodalan tetap terjaga, didukung oleh akses pendanaan yang terdiversifikasi dari pasar modal maupun perbankan.
Keberhasilan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juli 2025 turut memperkuat langkah transformasi p. Dana hasil IPO dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan bisnis, khususnya pada sektor logistik serta kepelabuhanan dan penyimpanan.
Secara operasional, jelas Jonathan, CDI Group terus memperluas kapasitas dan kapabilitas bisnisnya, mulai dari penguatan logistik darat dan maritim, pengembangan cold chain, hingga peningkatan kapasitas energi baru terbarukan serta pembangunan fasilitas penyimpanan. Langkah-langkah ini memperkuat posisi Perseroan sebagai platform infrastruktur terintegrasi yang terus berkembang.
"Dengan portofolio yang terdiversifikasi di sektor energi, air, kepelabuhanan dan penyimpanan, serta logistik, CDI Group memasuki tahun 2026 dengan fondasi yang kuat. Ke depan, perseroan akan terus fokus pada ekspansi yang terukur, peningkatan kinerja operasional, serta penciptaan nilai jangka panjang di tengah meningkatnya kebutuhan infrastruktur di Asia Tenggara," urai Jonathan.