Korea Utara Uji Mesin Roket untuk Rudal yang Dapat Menjangkau Daratan AS

Kim Jong-un mengawasi peluncuran rudal Korea Utara. (Yonhap/KCNA)

Korea Utara Uji Mesin Roket untuk Rudal yang Dapat Menjangkau Daratan AS

Willy Haryono • 29 March 2026 13:41

Pyongyang: Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengawasi langsung uji darat mesin roket berbahan bakar padat yang ditingkatkan, sebagai bagian dari penguatan program senjata strategis negara itu.

Media resmi KCNA melaporkan uji coba tersebut merupakan bagian dari rencana pengembangan pertahanan dalam program lima tahunan terbaru, meski tidak merinci waktu dan lokasi pelaksanaan.

Dilansir dari France 24, Minggu, 29 Maret 2026, para analis menilai mesin roket berbahan bakar padat memungkinkan peluncuran rudal dilakukan lebih cepat karena membutuhkan persiapan minimal.

Uji terbaru disebut menghasilkan daya dorong hingga 2.500 kilonewton, meningkat dari uji sebelumnya pada September tahun lalu yang mencapai 1.971 kilonewton.

Pengembangan ini dinilai menunjukkan ambisi Korea Utara untuk memiliki rudal balistik antarbenua (ICBM) yang mampu menjangkau target global.

Sejumlah analis menyebut peningkatan daya dorong juga membuka peluang bagi Korea Utara untuk mengembangkan ICBM multi-hulu ledak, yang dapat menyerang beberapa target sekaligus.

Jenis rudal ini dinilai lebih sulit dicegat karena mampu melepaskan beberapa kendaraan masuk ulang secara bersamaan.

“Pertanyaannya bukan lagi apakah rudal bisa mencapai Amerika Serikat, tetapi apakah dapat membawa banyak hulu ledak,” kata analis pertahanan Korea Selatan.

Foto yang dirilis KCNA menunjukkan Kim Jong-un meninjau komponen mesin serta uji coba yang menghasilkan semburan api besar di lokasi pengujian. Kim menyatakan kemampuan pertahanan Korea Utara telah memasuki fase perubahan signifikan dalam penguatan kekuatan strategis.

Selain itu, dalam laporan terpisah, Kim juga mengunjungi basis pelatihan pasukan khusus dan meninjau latihan militer.

Baca juga:  Kim Jong-Un Tegaskan Status Nuklir Korea Utara Tak Berubah, Ancam Korea Selatan

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)