Fasilitas minyak Fujairah Oil Industries Zone atau FOIZ di Uni Emirat Arab. Foto: Times Kuwait.
Iran Bantah Serang UEA, Peringatkan Balasan Tegas Terhadap Ancaman
Muhammad Reyhansyah • 6 May 2026 10:26
Teheran: Angkatan bersenjata Iran membantah telah melancarkan serangan rudal maupun drone terhadap Uni Emirat Arab (UEA) dalam beberapa hari terakhir.
Media pemerintah Iran, IRIB, melaporkan bahwa juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya membantah adanya operasi militer tersebut pada Selasa, 5 Mei 2026. Pernyataan itu menegaskan bahwa setiap tindakan militer akan selalu diumumkan secara transparan melalui jalur resmi.
Mengutip Anadolu, juru bicara tersebut turut menolak tuduhan Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab dan menyebutnya sebagai klaim yang tidak berdasar.
Selain itu, Iran menuduh UEA mengizinkan pasukan Amerika Serikat (AS) dan Israel beroperasi dari wilayahnya. Teheran juga mendesak otoritas Emirat agar tidak menjadikan negaranya sebagai basis bagi kekuatan yang disebut bermusuhan.
Ketegangan Teluk Terus Meningkat
Peringatan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk, termasuk laporan serangan terhadap UEA untuk hari kedua berturut-turut.Otoritas UEA mengatakan sistem pertahanan udara mereka mencegat gelombang rudal, rudal jelajah, dan drone yang diluncurkan dari Iran. Serangan sebelumnya juga disebut memicu kebakaran besar di Zona Industri Minyak Fujairah.
Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian memicu balasan dari Teheran serta gangguan di Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen. Kesepakatan itu kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu yang ditentukan.
Sejak 13 April, AS memberlakukan blokade laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di jalur perairan strategis tersebut.