Ratusan warga Desa Sukowetan, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, mengikuti sosialisasi program pemenuhan pangan bergizi bersama mitra kerja. Dokumentasi/ istimewa.
Kesejahteraan Warga Trenggalek Didorong Melalui Program Pangan Bergizi
Deny Irwanto • 8 May 2026 22:07
Trenggalek: Ratusan warga Desa Sukowetan, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, mengikuti sosialisasi program pemenuhan pangan bergizi bersama mitra kerja, Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya gizi sekaligus mendorong penguatan ekonomi desa melalui potensi pangan lokal.
Acara dihadiri Anggota Komisi XII DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, Kepala Desa Sukowetan Sururi, serta Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Trenggalek, Neo Ordikla.
“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya tentang penyediaan makanan bergizi, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang untuk membangun masa depan bangsa yang lebih baik melalui penguatan kemandirian pangan dan kerja sama masyarakat desa," kata Edhie Baskoro dalam keterangan pers dikutip, Jumat, 8 Mei 2026.
Menurutnya program tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan anak-anak Indonesia memperoleh asupan gizi yang baik demi menciptakan generasi unggul di masa depan.
Ia juga menyoroti pentingnya peran Badan Gizi Nasional dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam memastikan distribusi makanan bergizi berjalan tepat sasaran, transparan, dan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Ratusan warga Desa Sukowetan, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, mengikuti sosialisasi program pemenuhan pangan bergizi bersama mitra kerja. Dokumentasi/ istimewa.
Edhie Baskoro menilai potensi lokal di Desa Sukowetan, seperti budidaya ikan patin, dapat menjadi bagian penting dalam mendukung kemandirian pangan sekaligus penyediaan bahan pangan bergizi bagi masyarakat.
Menurutnya keterlibatan potensi lokal dalam rantai pasok pangan tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi bagi warga desa.
Keberadaan SPPG juga dinilai membawa dampak positif terhadap perekonomian daerah karena melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari petani, pelaku UMKM, hingga pelaku usaha pangan lokal.
Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi sehat, kuat, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas.