Harga Emas Berpotensi Melambung Gara-gara Serangan Israel-AS ke Iran

Ilustrasi. Foto: Unplash

Harga Emas Berpotensi Melambung Gara-gara Serangan Israel-AS ke Iran

Naufal Zuhdi • 1 March 2026 12:20

Jakarta: Harga emas dunia diperkirakan melesat tajam menyusul eskalasi perang antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat. Pengamat pasar komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan lonjakan harga dapat terjadi dalam waktu singkat seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

“Bahwa serangan Amerika Serikat Israel ke Iran yang cukup masif, bahkan Trump sendiri mengatakan bahwa pemimpin ulama di Iran telah meninggal dunia, mengindikasikan bahwa ketegangan di Timur Tengah ini akan meningkat,” ucapnya pada Minggu, 1 Maret 2026.

Menurutnya, aksi balasan Iran terhadap wilayah Israel dan pangkalan Amerika Serikat di kawasan tersebut memperbesar peluang konflik berkepanjangan, baik dalam jangka pendek maupun menengah.

“Dan kemungkinan besar bahwa perang ini akan terus meletup, baik secara jangka pendek, jangka menengah,” imbuhnya.

Baca Juga :

Dampak Serangan Iran bagi Investor Dinilai Hanya Sementara


(Ilustrasi. Foto: Dok Bappebti)

Aset safe haven diburu

Kondisi itu dinilai akan mendorong investor global memburu aset safe haven seperti emas. Ibrahim memperkirakan pada perdagangan pagi hari harga emas berpotensi mengalami gap up.

“Bahkan kemungkinan besar dalam perdagangan besok pagi, mungkin jam 6, itu akan terjadi gap up, kemungkinan besar itu akan melompat di USUSD5.440 per troy ounce. Saya mengira bahwa bisa saja dalam dua hari USUSD5.500 (per troy ounce) itu akan tercapai dalam hitungan jam,” bebernya.

Ia menambahkan, kenaikan emas dunia hampir pasti diikuti pelemahan rupiah, sehingga memperkuat kenaikan harga logam mulia di dalam negeri.

“Misalnya logam mulia bisa terjadi akan kembali di level Rp3.300.000-Rp3.400.000-an,” ujarnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)