Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibagikan kepada warga di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Dokumentasi/ istimewa.
Program MBG Serap Produk Petani dan Tenaga Lokal di Cilacap
Deny Irwanto • 27 February 2026 17:43
Cilacap: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya memberikan manfaat kesehatan bagi siswa, tetapi juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Program ini membuka peluang bagi petani, peternak, pedagang, hingga warga sekitar untuk ikut terlibat dalam rantai penyediaan kebutuhan dapur MBG.
"Program MBG sebenarnya sangat memutar perekonomian rakyat apalagi untuk warga lokal, karena jika ada warga lokal yang punya ladang sayur atau apapun itu, termasuk hasil ternak, pihak MBG di lingkungan tersebut wajib membelinya," kata Koordinator Wilayah Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Cilacap, Yudha Prasetyo, dalam keterangan pers dikutip, Jumat, 27 Februari 2026.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibagikan kepada warga di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Dokumentasi/ istimewa.
Yudah menerangkan setiap SPPG dengan asumsi penerima manfaat sekitar 2.000 siswa membutuhkan sayuran sebanyak 100-160 kg setiap hari. Kemudian untuk produk hewani, seperti telur dan daging ayam, sekitar 160-200 kg per hari.
"Sementara satu kecamatan di sini bisa memiliki 6-24 SPPG. Maka perputaran ekonominya luar biasa. Asumsikan ada 10 SPPG saja, maka setiap hari butuh 1-1,6 ton sayur, dan 1,6-2 ton telur atau daging ayam," jelasnya.
Yudha menjelaskan kebutuhan sayuran dan produk hewani untuk SPPG itu dipenuhi dari beberapa penyedia barang (supplier), dengan sistem pembayaran cash setelah barang datang.
"Rata-rata ada 4-6 supplier tiap SPPG. Skema pembayaran langsung, barang datang H+1 uang masuk ke rekening supplier," ungkapnya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibagikan kepada warga di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Dokumentasi/ istimewa.
Selain melibatkan pemasok bahan pangan, program MBG juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar melalui perekrutan relawan dapur.
Selain itu menurut Yudha, pihak SPPG juga harus menyerap relawan dari masyarakat sekitar. Sehingga dapur MBG ini juga turut membedayakan warga lokal.
"Untuk relawan itu wajib 70% warga sekitar," ujar Yudha.