Istimewa
SAKA Targetkan Produksi 24.000 BOEPD pada 2026
Al Abrar • 8 March 2026 16:55
Jakarta: PT Saka Energi Indonesia (SAKA) menargetkan produksi net sebesar 24.000 barel setara minyak per hari (BOEPD) pada 2026. Target tersebut meningkat sekitar 10,4% dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Peningkatan produksi itu menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga kesinambungan produksi sekaligus memperkuat kontribusi terhadap ketahanan energi nasional. Target akan dicapai melalui optimalisasi lapangan, pemboran sumur produksi baru, kegiatan workover pada sumur eksisting, serta peningkatan keandalan dan efisiensi operasi secara berkelanjutan.
SAKA juga telah melakukan pemboran sumur pengembangan UPA-17ST di Wilayah Kerja (WK) Pangkah pada akhir 2025. Sumur tersebut kini telah berproduksi dengan hasil sekitar 2.430 barel minyak per hari (BOPD) dan 2,3 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD).
Direktur Utama SAKA Intan Fauzi mengatakan target produksi 2026 merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga kinerja operasional yang adaptif dan berkelanjutan.
“Target produksi pada tahun 2026 yang ditetapkan merupakan wujud komitmen kami untuk terus memperkuat kinerja produksi melalui strategi terintegrasi, optimalisasi aset eksisting, serta pengembangan potensi sumber daya migas,” ujar Intan dalam keterangannya, Minggu, 8 Maret 2026.

Pada 2025, SAKA merealisasikan tiga sumur pengembangan dan dua kegiatan workover, melampaui rencana awal perusahaan. Di WK Pangkah, capaian tersebut turut mendorong realisasi produksi minyak mencapai 113% dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
Kinerja tersebut didukung sejumlah inisiatif peningkatan efisiensi dan keandalan operasi, termasuk keberhasilan pemboran sumur pengembangan SID-5 yang memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi.
Selain itu, SAKA juga memperkuat portofolio aset melalui kegiatan eksplorasi. Perusahaan telah melakukan survei geofisika dan geoteknik di WK Pekawai sebagai bagian dari persiapan lokasi pemboran sumur eksplorasi.
“Kegiatan eksplorasi ini membuka peluang penambahan potensi sumber daya migas sekaligus menjaga kesinambungan produksi jangka panjang,” kata Intan.
Ia menambahkan, optimalisasi produksi dan kegiatan eksplorasi diharapkan dapat mendorong pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi bagi kemandirian energi nasional.