Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmawati Herdian, sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pekon Podomoro, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Dokumentasi/ istimewa
Menu Lokal Diusulkan Warga Pringsewu Jadi Lauk MBG
Deny Irwanto • 18 February 2026 17:42
Pringsewu: Warga Pekon Podomoro, Kabupaten Pringsewu, Lampung, mengikuti kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar bersama Komisi IX DPR RI dan Badan Gizi Nasional. Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara perwakilan pusat dan masyarakat terkait pelaksanaan program pemenuhan gizi di daerah.
Sosialisasi di balai pekon setempat pada Jumat, 13 Februari 2026 dihadiri unsur tenaga ahli legislatif, perwakilan organisasi, serta tim dari BGN. Warga terlihat aktif menyampaikan masukan, terutama terkait menu makanan dan kesesuaian dengan kondisi pangan lokal.
"Aspirasi dari masyarakat sekitar mengenai menu dari MBG, seperti request dari buah untuk dapur MBG mengurangi pisang sebagai salah satu menu di MBG khususnya di daerah Pekon Podomoro karena mungkin pisang sudah ada di rumah-rumah penerima manfaat di mana pisang hasil dari panen sendiri," kata Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmawati Herdian, dalam keterangan pers dikutip Rabu, 18 Februari 2026.
Menurut dia masukan masyarakat menjadi catatan penting agar pelaksanaan program di lapangan bisa lebih adaptif terhadap kebiasaan dan ketersediaan bahan pangan masyarakat setempat.
.jpeg)
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pekon Podomoro, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Dokumentasi/ istimewa
Rahmawati juga menekankan program MBG merupakan kebijakan pemerintah yang ditujukan untuk masyarakat luas, khususnya dalam upaya memperbaiki kualitas gizi generasi muda.
"Manfaat dari program MBG ini sangat luar biasa, serta bangga atas betapa baiknyta bapak Presiden mau memperhatikan seluruh masyarakat bisa mendapatkan gizi yang baik. Sangat besar harapan beliau dengan memberikan makan bergizi gratis bisa melahirkan generasi-generasi hebat di masa mendatang," jelasnya.
Melalui sosialisasi ini, pelaksana program mendorong keterlibatan masyarakat untuk ikut mengawasi dan memberi umpan balik selama implementasi berjalan. BGN akan berperan dalam pengawasan dan pelaksanaan teknis agar distribusi manfaat tepat sasaran.
Pendekatan dialogis dalam kegiatan ini diharapkan membuat program lebih responsif terhadap kebutuhan riil warga, sekaligus meminimalkan jarak antara perencanaan kebijakan dan kondisi di lapangan.