Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dalam rakor satgas pemulihan pascabencana Sumatra, Rabu, 18 Februari 2026. Dok. Tangkapan Layar
Pascabencana Sumatra: 38 Daerah Sudah Kembali Normal, 11 Masih Perlu Atensi Khusus
Achmad Zulfikar Fazli • 18 February 2026 12:04
Jakarta: Total ada 52 kabupaten kota yang terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, beberapa waktu lalu. Dari total tersebut, kegiatan masyarakat di 38 daerah dinyatakan sudah berangsur normal.
Dari 38 daerah itu, di antaranya 13 kabupaten kota berada di Sumatra Barat yang sudah dinyatakan normal. Ada satu daerah lagi yang telah mendekati normal, yakni Tanah Datar. Kemudian, daerah yang perlu atensi khusus di Sumatra Barat ada dua, yakni Kabupaten Agam dan Kabupaten Padang Pariaman.
"Yang mendekati normal dan atensi khusus ini ada beberapa masalah yang nanti kami sampaikan," ujar Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dalam rakor satgas pemulihan pascabencana Sumatra, Rabu, 18 Februari 2026.
Baca Juga:
Update Pascabencana Sumatra: 12.994 Jiwa Masih Mengungsi, Mayoritas di Aceh |

Ilustrasi sejumlah warga penyintas bencana melintas di depan tenda darurat pinggir jalan lintas Kabupaten Aceh Timur dan Gayo Lues di Desa Pepelah, Kecamatan Pining, Gayo Lues, Aceh. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
Di Sumatra Utara, daerah yang terdampak bencana ada 18 kabupaten kota, dengan 15 di antaranya sudah dinyatakan normal. Sementara itu, satu daerah mendekati normal, yakni Tapanuli Selatan, dan daerah yang perlu atensi khusus adalah Tapanuli Tengah yang baru kembali diterjang banjir, serta Tapanuli Utara.
"(Sebanyak) 15 kabupaten kota di antaranya sudah normal fungsional, artinya jalan, jembatan sudah bisa dilalui, logistik, lain-lain kami akan sampaikan variabelnya," ujar Tito.
Di Aceh, dari 18 kabupaten kota yang terdampak bencana, ada 10 yang sudah berangsur normal penuh atau 56 persen. Daerah yang sudah mendekati normal ada satu, yakni Gayo Luwes.
"Yang perlu atensi khusus ada 7, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, itu yang di low line, yang high line ada Aceh Tengah dengan Benar Meriah," ujar Tito.