Kejaksaan Paris Bentuk Tim Khusus Terkait Berkas Jeffrey Epstein

Epstein Files merujuk pada ribuan hingga jutaan halaman dokumen pengadilan yang mengungkap jaringan di balik skandal Jeffrey Epstein. (Anadolu Agency)

Kejaksaan Paris Bentuk Tim Khusus Terkait Berkas Jeffrey Epstein

Willy Haryono • 15 February 2026 18:55

Paris: Kantor kejaksaan Paris mengumumkan pembentukan tim khusus yang terdiri dari para jaksa untuk menganalisis bukti yang berpotensi mengaitkan warga negara Prancis dengan kejahatan terpidana pelaku kejahatan seksual asal Amerika Serikat, Jeffrey Epstein.

Dengan lingkaran pergaulan Epstein yang kini diketahui mencakup sejumlah tokoh terkemuka Prancis setelah rilis dokumen oleh otoritas AS, kejaksaan menyatakan akan meninjau ulang secara menyeluruh kasus mantan eksekutif agensi model Prancis, Jean-Luc Brunel, yang merupakan rekan dekat Epstein dan meninggal dunia dalam tahanan pada 2022.

Dilansir dari Hurriyet Daily News, Minggu, 15 Februari 2026, tim baru tersebut akan bekerja sama dengan jaksa dari unit kejahatan keuangan nasional serta kepolisian untuk mempertimbangkan pembukaan penyelidikan atas dugaan kejahatan yang melibatkan warga negara Prancis, kata kantor kejaksaan Paris kepada AFP.

Tujuannya adalah “untuk dapat mengekstrak setiap bagian yang dapat digunakan kembali secara efektif dalam kerangka penyelidikan baru,” demikian pernyataan tersebut.

Brunel ditemukan meninggal di selnya di penjara Paris pada 2022 setelah didakwa atas tuduhan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur. Kasus terhadapnya dihentikan pada 2023 setelah kematiannya, tanpa ada pihak lain yang didakwa.

Jaksa menyatakan penyelidikan menunjukkan Brunel merupakan “teman dekat Jeffrey Epstein” yang menawarkan pekerjaan sebagai model kepada gadis-gadis muda dari latar belakang miskin.

Brunel disebut terlibat dalam tindakan seksual dengan gadis di bawah umur di Amerika Serikat, Kepulauan Virgin AS, Paris, dan wilayah selatan Prancis, menurut jaksa.

Sejumlah figur publik Prancis muncul dalam rilis terbaru materi dari Departemen Kehakiman AS terkait berkas Epstein, meskipun penyebutan nama tersebut tidak serta merta berarti adanya pelanggaran hukum.

Kantor kejaksaan juga menyatakan telah diminta untuk menelaah tiga kasus baru yang melibatkan seorang diplomat Prancis, seorang agen model, dan seorang musisi.

Baca juga:  Trump Klaim Dokumen Epstein yang Dirilis Telah Bersihkan Namanya dari Tuduhan

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)