Trump Umumkan Peluncuran Kesepakatan Dagang AS-Jepang Senilai Rp9.287 Triliun

Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan PM Jepang Sanae Takaichi. (Anadolu Agency)

Trump Umumkan Peluncuran Kesepakatan Dagang AS-Jepang Senilai Rp9.287 Triliun

Muhammad Reyhansyah • 19 February 2026 09:06

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengumumkan bahwa kesepakatan dagang besar dengan Jepang sudah resmi berjalan, bersamaan dengan pengungkapan tiga proyek yang akan dibiayai oleh investasi Jepang di Amerika Serikat.

Dilansir dari India Today, Rabu, 18 Februari 2026, tiga proyek tersebut mencakup fasilitas ekspor minyak di Texas, pabrik mineral penting di Georgia, serta pembangkit listrik tenaga gas di Ohio.

Proyek-proyek tersebut merupakan tahap awal dari realisasi komitmen investasi Jepang senilai 550 miliar dolar AS atau sekitar Rp9.287 triliun di Amerika Serikat, yang menjadi bagian dari kesepakatan dagang dengan pemangkasan tarif impor Jepang hingga 15 persen, sebagaimana disampaikan Trump.

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menulis, “Kesepakatan dagang BESAR kami dengan Jepang baru saja diluncurkan.” Ia menambahkan, “Jepang kini secara resmi dan secara finansial mulai melaksanakan gelombang pertama investasi di bawah komitmen 550 miliar dolar untuk berinvestasi di Amerika Serikat.”

Trump menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari “kesepakatan dagang bersejarah untuk menghidupkan kembali basis industri Amerika.”

“Skala proyek-proyek ini sangat besar dan tidak akan mungkin terwujud tanpa satu kata yang sangat penting, yaitu tarif,” seraya mengaitkan hasil itu dengan kebijakan perdagangannya," ucapnya.

Pengumuman tersebut disampaikan menjelang kunjungan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi ke Washington, yang dinilai menandakan semakin eratnya hubungan ekonomi kedua negara sekutu.

Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dalam pernyataan terpisah mengatakan pembangkit listrik senilai 33 miliar dolar akan menjadi fasilitas pembangkit berbahan bakar gas terbesar dalam sejarah Amerika Serikat, dengan kapasitas produksi 9,2 gigawatt listrik per tahun, cukup untuk memasok seluruh rumah tangga di Ohio.

Fasilitas tersebut akan dioperasikan oleh anak perusahaan dari investor teknologi Jepang SoftBank Group dan diharapkan meningkatkan pasokan listrik dasar di tengah lonjakan kebutuhan energi dari pusat data yang menopang aplikasi kecerdasan buatan.

Trump menggambarkan kesepakatan itu sebagai pilar utama agenda ekonominya, dengan mengatakan bahwa langkah tersebut akan menciptakan “ratusan ribu lapangan kerja Amerika yang hebat” serta memperkuat keamanan nasional dan ekonomi.

Ia juga menulis, “Amerika sedang membangun kembali. Amerika kembali memproduksi. Dan Amerika kembali menang.”

Gedung Putih menggambarkan kesepakatan tersebut sebagai kemitraan strategis jangka panjang yang bertujuan menghidupkan kembali manufaktur domestik sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan energi dan mineral dari luar negeri.

“Ini adalah masa yang sangat menarik dan bersejarah bagi Amerika Serikat dan Jepang,” kata Trump.

Baca juga:  AS Sebut Jepang Pemimpin Global Pencegahan Proliferasi Nuklir

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)