Trump: Iran Harus Berunding atau Siap Hadapi Konsekuensi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Anadolu

Trump: Iran Harus Berunding atau Siap Hadapi Konsekuensi

Muhammad Reyhansyah • 29 January 2026 09:08

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan Iran untuk segera bernegosiasi dengan Washington atau menghadapi risiko serangan militer, seiring pergerakan kapal-kapal perang AS yang dipimpin sebuah kapal induk ke kawasan Asia Barat.

“Semoga Iran segera ‘Datang ke Meja Perundingan’ dan merundingkan kesepakatan yang adil dan seimbang,” tulis Trump melalui platform Truth Social miliknya.

Ia menambahkan, jika hal itu tidak dilakukan, pasukan AS siap menjalankan misi mereka dengan tingkat “kecepatan dan kekerasan” yang sama seperti yang diterapkan terhadap pemerintahan Nicolás Maduro di Venezuela.

Trump sebelumnya berulang kali mengancam Iran terkait tindakan keras Teheran terhadap gelombang protes yang menentang pemerintahan ulama otoriter negara tersebut. 

Namun, dalam unggahan media sosialnya pada Rabu, Trump tidak menyinggung demonstrasi tersebut dan justru menekankan keinginannya agar Iran merundingkan kesepakatan “yang adil dan seimbang” mengenai program nuklirnya.

Perundingan nuklir itu diketahui runtuh tahun lalu, yang kemudian membuka jalan bagi perang selama 12 hari antara Israel dan Iran, serta serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran.

Dilansir dari The Telegraph, Kamis, 29 Januari 2026, Trump kembali menyebut kekuatan militer AS yang dikerahkan sebagai sebuah “armada”, meski tanpa memberikan rincian. Pekan lalu, ia mengatakan kepada wartawan di atas pesawat Air Force One bahwa Amerika Serikat sedang “mengawasi Iran” dan memiliki “armada besar yang bergerak ke arah itu”.

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab telah memberi sinyal tidak akan mengizinkan wilayah udara mereka digunakan untuk melancarkan serangan apa pun. Meski demikian, Pentagon awal bulan ini mengerahkan kapal induk Abraham Lincoln ke kawasan tersebut. 

Selain itu, tiga kapal perusak bersenjata rudal Tomahawk yang sebelumnya berada di Laut Tiongkok Selatan juga dilaporkan bergerak menuju Asia Barat, menurut dua pejabat AS yang berbicara secara anonim karena membahas urusan operasional.

Para pejabat tersebut juga menyebut Angkatan Udara AS telah mengirim sekitar selusin pesawat tempur F-15E ke kawasan itu dalam sepekan terakhir untuk memperkuat kapasitas serangan.

Iran menanggapi secara keras tuntutan Trump yang disampaikan pada hari yang sama agar Teheran “Datang ke Meja Perundingan” atau menghadapi kemungkinan aksi militer.

Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan melalui unggahan media sosial bahwa negaranya “siap untuk berdialog berdasarkan rasa saling menghormati dan kepentingan bersama”. Namun, pernyataan tersebut disertai peringatan tegas.

“JIKA DIPOJOKKAN,” tulis misi Iran, negara itu akan “MEMBELA DIRI DAN MERESPONS DENGAN CARA YANG BELUM PERNAH TERJADI SEBELUMNYA.”

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)