BMKG Intensifkan Modifikasi Cuaca di Lokasi Longsor Cisarua

Operasi pencarian korban longsor di Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat. MI

BMKG Intensifkan Modifikasi Cuaca di Lokasi Longsor Cisarua

Media Indonesia • 30 January 2026 09:31

Bandung Barat: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) secara intensif melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengoptimalkan pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Operasi ini dilakukan minimal tiga kali sehari, namun bisa lebih sesuai kebutuhan di lapangan.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan OMC dilaksanakan dengan menaburkan kapur tohor atau kalsium oksida (CaO) ke awan yang berada dalam fase pertumbuhan. Bahan kimia ini mengeluarkan panas sehingga mengganggu pertumbuhan awan dan menunda turunnya hujan. Pelaksanaan OMC dapat mengurangi curah hujan hingga 30 persen.

"Potensi pertumbuhan awan di lokasi longsor tergolong sangat tinggi karena saat ini merupakan puncak musim hujan. BMKG memperkirakan hujan masih berpotensi turun hingga sepekan ke depan," tutur Teguh dikutip Media Indonesia, Kamis, 29 Januari 2026.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyatakan OMC dilaksanakan agar cuaca cerah sehingga proses evakuasi korban di Desa Pasirlangu berjalan lancar.

"Faktor cuaca sangat berpengaruh terhadap proses evakuasi korban. Hujan turun akan menghambat proses evakuasi," tandas Herman.
 


Di sisi lain, upaya Tim SAR gabungan dalam mencari korban longsor semakin membuahkan hasil. Hingga Rabu, 28 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, total korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi mencapai 53 kantong jenazah. Sementara itu, korban yang masih dalam pencarian berjumlah 27 jiwa.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, menerangkan kantong jenazah telah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar untuk proses identifikasi. Operasi SAR akan terus dilakukan dengan berpegang pada beberapa prinsip. Prinsip tersebut meliputi keselamatan personil sebagai prioritas utama, pengendalian risiko bencana susulan, akurasi dan transparansi data korban, serta sinergi seluruh unsur yang terlibat.

"Seluruh personel di lapangan berkomitmen untuk bekerja secara maksimal, profesional, dan humanis demi menemukan korban yang dinyatakan hilang," tandas Ade.


Operasi pencarian korban longsor di Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)