Tiongkok Peringatkan Warganya Tidak Bepergian ke Jepang saat Libur Imlek

Jumlah wisatawan Tiongkok ke Jepang menurun sejak pernyataan kontroversial PM Sanae Takaichi soal Taiwan. (Anadolu Agency)

Tiongkok Peringatkan Warganya Tidak Bepergian ke Jepang saat Libur Imlek

Muhammad Reyhansyah • 27 January 2026 16:30

Beijing: Pemerintah Tiongkok memperingatkan warganya agar tidak bepergian ke Jepang selama libur Tahun Baru Imlek, periode libur publik terpanjang di negara itu. 

Peringatan ini dikeluarkan di tengah kemarahan Beijing yang belum mereda atas pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada awal November lalu terkait Taiwan yang diperintah secara demokratis.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok, dengan mengutip “lonjakan kejahatan yang menargetkan warga negara Tiongkok” serta risiko gempa bumi, menyatakan bahwa warganya “menghadapi ancaman keamanan serius di Jepang," menurut pernyataan resmi yang dirilis pemerintah.

Beijing sebelumnya telah mengeluarkan peringatan serupa menyusul pernyataan Takaichi pada November, yang menyebut bahwa serangan hipotetis Tiongkok terhadap Taiwan dapat memicu respons militer dari Tokyo. 

Pernyataan tersebut memicu kemarahan Beijing, yang kemudian merespons dengan pembatasan ekspor, pembatalan penerbangan, serta kecaman keras di media pemerintah. Kementerian Pertahanan Tiongkok bahkan memperingatkan Jepang akan menghadapi kekalahan militer yang “menghancurkan” jika menggunakan kekuatan untuk ikut campur dalam isu Taiwan.

Dilansir dari AsiaOne, Selasa, 27 Januari 2026, sejumlah maskapai besar Tiongkok, termasuk Air China, China Eastern, dan China Southern Airlines, pada Senin memperpanjang kebijakan perubahan jadwal dan pembatalan gratis untuk penerbangan terkait Jepang hingga 24 Oktober. 

Kebijakan itu pertama kali diumumkan pada November setelah pernyataan Takaichi, lalu diperpanjang kembali bulan lalu hingga Maret.

Penurunan Wisatawan Tiongkok ke Jepang

Jumlah wisatawan Tiongkok ke Jepang dilaporkan anjlok 45 persen pada Desember. Namun demikian, secara keseluruhan jumlah wisatawan asing ke Jepang justru mencapai rekor tertinggi, menurut Menteri Pariwisata Jepang pekan lalu.

Meski belum menarik kembali pernyataannya pada November, Takaichi belakangan melunakkan sikapnya dengan menegaskan kembali posisi Jepang terhadap kebijakan “Satu Tiongkok”. Ia juga menyatakan bahwa karakterisasi Tiongkok atas ucapannya tidak sesuai dengan fakta.

Dalam konferensi pers pada 19 Januari untuk mengumumkan pemilu dadakan, Takaichi mengatakan, “Tiongkok telah melakukan latihan militer di sekitar Taiwan, dan pemaksaan ekonomi semakin sering digunakan melalui pengendalian material penting dalam rantai pasok.” Ia menambahkan bahwa “lingkungan keamanan internasional semakin memburuk.”

Di saat memperingatkan warganya agar menghindari perjalanan ke Jepang, Beijing justru menampilkan sikap optimistis terhadap “lonjakan pariwisata” dengan negara tetangga Asia Timur lainnya, Korea Selatan, seiring upaya memperkuat hubungan dengan Seoul setelah memburuknya relasi dengan Tokyo.

Didorong kebijakan bebas visa, jumlah wisatawan Korea Selatan ke Tiongkok dan kunjungan warga Tiongkok ke Korea Selatan terus meningkat.

“Lonjakan pariwisata dua arah ini merupakan cerminan dari meningkatnya pertukaran ekonomi dan kerja sama antara Tiongkok dan Korea Selatan,” tulis harian tabloid milik negara, Global Times, dalam tajuk rencana yang diterbitkan pada Minggu.

Baca juga:  Takaichi Sebut Aliansi dengan AS Berisiko Runtuh Jika Jepang Abaikan Konflik Taiwan

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)