Farhan Pastikan Kajian Ubah Nama Taman di Bandung Rampung Maret

Taman Lansia Bandung. (Metrotvnews.com/Roni K)

Farhan Pastikan Kajian Ubah Nama Taman di Bandung Rampung Maret

30 January 2026 17:28

Bandung: Pemerintah Kota Bandung tengah memperbarui data dan penamaan sejumlah taman kota melalui kajian toponimi yang melibatkan budayawan dan akademisi. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, proses ini masih berjalan dan ditargetkan rampung pada Maret 2026.

Farhan mengatakan, sebelumnya telah menyerahkan sejumlah dokumen awal kepada para budayawan untuk ditelaah lebih lanjut. Kajian tersebut kemudian diperkuat dengan dokumentasi yang dimiliki Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung.

"Toponimi kemarin saya sudah menyampaikan beberapa dokumen kepada teman-teman budayawan. Sekarang mereka sedang mendalami, ditambah dengan dokumentasi yang dimiliki oleh Disarpus," kata Farhan di Dago, Jumat, 30 Januari 2026.

Menurut Farhan, kajian ini penting karena ditemukan sejumlah taman yang memiliki lebih dari satu nama dan masih digunakan hingga kini oleh masyarakat. Kondisi tersebut perlu diselaraskan dengan data historis dan dokumen resmi.

"Jadi kita akan menyesuaikan. Ada kemungkinan satu taman itu memiliki beberapa nama. Beberapa nama alias atau nama lama masih digunakan," ujar Farhan.

Farhan mencontohkan, Taman RSHS yang juga kerap disebut sebagai Taman Biofarma atau Taman Rancabadak. Begitu pula Taman Radio yang dikenal dengan beragam sebutan seperti Taman Dago, Taman Fleksi, maupun Taman Radio itu sendiri.

"Nah, dokumen-dokumen seperti itu sedang kita kumpulkan dan dipelajari," sahut Farhan.

Wali Kota Bandung, M Farhan. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan

Terkait anggaran, Farhan memastikan kajian toponimi taman tidak memerlukan biaya besar. Diakui Farhan, pendanaan yang digunakan merupakan anggaran rutin pemerintah daerah.

"Anggaran rutin itu tidak besar, biasa saja. Tidak sampai miliaran," tegas Farhan.

Farhan menambahkan, saat ini kajian masih berlangsung dan akan melalui uji akademis sebelum diputuskan. Uji akademis tersebut, kata dia, berpotensi memunculkan diskusi dan perdebatan yang konstruktif.

“Target saya bulan Maret harus sudah selesai. Karena biasanya kajian itu mesti ada uji akademisnya dulu, dan uji akademisnya pasti mengundang perdebatan yang seru. Kita lihat nanti," pungkas Farhan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com