Ilustrasi kawasan Lippo Karawaci. Foto: dok LPKR.
Lippo Karawaci Bukukan Laba Bersih Rp385 Miliar pada Semester I-2026
Ade Hapsari Lestarini • 3 August 2026 14:58
Jakarta: PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) membukukan kinerja positif pada semester I-2026. Perseroan mencatat pra-penjualan (marketing sales) sebesar Rp3,70 triliun atau setara 62 persen dari target tahunan sebesar Rp6 triliun.
Kinerja tersebut didukung oleh tingginya permintaan terhadap hunian tapak di segmen rumah terjangkau dan menengah. Hunian tapak menyumbang sekitar 79 persen dari total pra-penjualan, mencerminkan kuatnya permintaan dari pembeli rumah pertama maupun pengguna akhir (end-user).
LPKR juga mencatat pendapatan sebesar Rp3,61 triliun pada semester I-2026. Sementara itu, EBITDA meningkat 20 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp754 miliar dari Rp627 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp385 miliar dengan posisi kas mencapai Rp1,41 triliun hingga akhir Juni 2026.
Kinerja pra-penjualan turut ditopang peluncuran Park Serpong Phase 7 dan 8 yang mendapat respons positif dari pasar. Produk yang dipasarkan meliputi Goldtops, Gold, Silver, Bronze, Urban, dan Treetops dengan menyasar segmen rumah terjangkau.
Di dalam entitas Lippo Karawaci (Holdco), penjualan rumah tinggal menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp2,22 triliun. Disusul penjualan unit komersial sebesar Rp464 miliar, penjualan lahan pemakaman San Diego Hills Rp65 miliar, serta penjualan kavling tanah Rp30 miliar.
Sebanyak 72 persen transaksi penjualan rumah dibiayai melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR), yang menunjukkan dominasi pembelian oleh pengguna akhir.

Ilustrasi kawasan Lippo Karawaci. Foto: dok LPKR.
Bisnis lifestyle tumbuh
Segmen lifestyle juga mencatatkan kinerja positif. Pendapatan mencapai Rp605 miliar dengan laba bruto sebesar Rp490 miliar. EBITDA segmen ini naik 11 persen menjadi Rp236 miliar, sedangkan laba bersih meningkat menjadi Rp131 miliar dari Rp111 miliar pada semester I-2025.
Dari sisi operasional, tingkat okupansi hotel tercatat sebesar 54 persen dengan rata-rata tarif kamar sekitar Rp635 ribu. Sementara itu, jumlah kunjungan ke pusat perbelanjaan meningkat 1 persen secara tahunan menjadi rata-rata 11,2 juta pengunjung per bulan.
CEO LPKR John Riady mengatakan, momentum positif pada bisnis real estat masih berlanjut, terutama didorong permintaan rumah tapak di segmen terjangkau dan menengah.
"Kami senang melihat momentum positif yang terus berlanjut pada bisnis real estate kami, dengan pra-penjualan mencapai Rp3,70 triliun atau setara 62 persen dari target sepanjang tahun. Permintaan tetap didominasi oleh hunian tapak, khususnya pada segmen rumah terjangkau dan menengah yang menjadi fokus utama strategi kami," ujar John dalam keterangan tertulis, Senin, 3 Agustus 2026.
Ia menambahkan, perseroan akan terus memprioritaskan eksekusi proyek-proyek township sembari menjaga disiplin dalam pengelolaan modal dan operasional.