Ilustrasi: Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), meletus. ANTARA/HO-Badan Geologi/aa.
Aktivitas Vulkanik Lewotobi Masih Tinggi, Warga Diminta Jauhi Radius 5 Km
Whisnu Mardiansyah • 9 June 2026 11:39
Kupang: Pos Pengamatan Gunung (PPG) Lewotobi Laki-Laki di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menyatakan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.
"Sesuai laporan kami, intensitas erupsi sampai saat ini masih cukup tinggi," kata Kepala PPG Lewotobi Laki-Laki, Herman Yosep M Boro, saat dihubungi dari Kupang, Seperti dilansir Antara, Selasa, 9 Juni 2026.
Dia menyampaikan hal itu terkait perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki yang telah mengalami erupsi sejak Jumat, 5 Juni 2026.
Berdasarkan laporan yang diterima pada Senin, 8 Juni 2026, terjadi delapan kali erupsi dengan ketinggian kolom abu berkisar antara 800-1.500 meter di atas puncak gunung.
Pada Selasa, 9 Juni 2026, mulai pukul 01.00-06.00 Wita terjadi tiga kali erupsi. Kemudian pada pukul 06.00 hingga 10.35 Wita terjadi tiga kali erupsi dengan ketinggian abu berkisar antara 600 hingga 1.500 meter.
Hingga saat ini, status aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki masih berada pada level Siaga. Gunung yang sempat mengalami erupsi dahsyat pada November 2024 itu kala itu menyebabkan 12.200 orang mengungsi.
Herman mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. Imbauan ini untuk menghindari risiko bahaya erupsi.
Masyarakat juga diminta tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mudah percaya pada informasi yang sumbernya tidak jelas.
"Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki dan pengunjung atau wisatawan agar tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi," kata dia.
Selain potensi erupsi, PPG juga mengingatkan warga untuk mewaspadai ancaman banjir lahar hujan yang dapat terjadi ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan gunung tersebut.

Bandara Frans Seda Maumere.
Potensi banjir lahar hujan diperkirakan dapat mengancam daerah-daerah di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki. Wilayah yang berisiko antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Pihaknya meminta masyarakat yang bermukim di wilayah tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras di kawasan puncak gunung.
Selain itu, warga yang terdampak hujan abu vulkanik diminta menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut. Langkah ini untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
"Penggunaan masker penting untuk menghindari bahaya abu vulkanik terhadap sistem pernapasan," kata dia.