PalmCo Perkuat Distribusi Minyak Goreng ke Indonesia Timur via Surabaya

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa. Foto: dok PalmCo.

PalmCo Perkuat Distribusi Minyak Goreng ke Indonesia Timur via Surabaya

Ade Hapsari Lestarini • 7 June 2026 21:27

Surabaya: Pasokan minyak goreng ke kawasan Indonesia Timur diproyeksikan menjadi ebih cepat dan efisien setelah PT Industri Nabati Lestari (INL), anak usaha PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo dan PTPN III (Persero), mengoperasikan fasilitas pengemasan minyak goreng di kawasan Pelabuhan Kalimas, Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 5 Juni 2026.
 
Keberadaan fasilitas tersebut memperpendek rantai distribusi minyak goreng menuju Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua yang selama ini dilayani dari pabrik pengolahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatra Utara. Dengan pola baru itu, minyak goreng dikirim dalam bentuk curah ke Surabaya untuk kemudian dikemas dan didistribusikan ke wilayah tujuan.
 
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan mendekatkan titik distribusi ke pasar utama di Indonesia bagian tengah dan timur.
 
Menurut dia, lokasi Surabaya dipilih karena memiliki konektivitas pelabuhan yang kuat dengan berbagai wilayah di Indonesia Timur, sehingga mampu mempercepat arus barang, sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok.
 
"Selama ini produk dikirim dalam bentuk kemasan dari Sumatra Utara. Dengan pengemasan dilakukan di Surabaya, distribusi menjadi lebih efisien dan biaya logistik dapat ditekan hingga 40 persen," ucap Jatmiko, dikutip dalam keterangan tertulis, Minggu, 7 Juni 2026.
 

Biaya logistik masih jadi tantangan

 
Efisiensi tersebut dinilai penting mengingat biaya logistik masih menjadi salah satu tantangan utama distribusi pangan nasional. Bagi komoditas kebutuhan pokok seperti minyak goreng, tingginya biaya pengiriman sering kali berdampak pada harga jual di tingkat konsumen, terutama di wilayah kepulauan yang berjarak jauh dari pusat produksi.
 
Sebagai salah satu pelabuhan terbesar di Indonesia, Tanjung Perak selama ini menjadi simpul distribusi barang ke kawasan timur. Posisi geografis Surabaya yang lebih dekat ke pasar tujuan dibandingkan Sumatra Utara memungkinkan waktu pengiriman menjadi lebih singkat dannpasokan lebih terjaga.
 
Bagi INL, fasilitas baru ini juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat penetrasi pasar minyak goreng di luar Pulau Jawa. Seiring meningkatnya kebutuhan konsumsi rumah tangga dan industri makanan di Indonesia Timur, perusahaan melihat potensi pertumbuhan permintaan yang terus berkembang.

 
Jatmiko mengatakan, penguatan jaringan distribusi merupakan bagian dari transformasi PalmCo yang tidak lagi hanya berfokus pada produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), tetapi juga memperbesar porsi bisnis hilir yang menghasilkan nilai tambah lebih tinggi.
 
"PTPN mendapat tugas untuk menjadi instrumen negara yang dapat diandalkan dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas industri sawit nasional. Karena itu, kami terus memperkuat hilirisasi dan distribusi agar produk bisa menjangkau masyarakat secara lebih efektif," kata dia.
 
Operasional fasilitas pengemasan di Surabaya dilakukan melalui kerja sama dengan PT Lestari Jaya Indonesia Maju (LJIM). Komisaris PT LJIM Mayjen TNI (Purn) Gamal Haryo Putro mengatakan, distribusi awal dari fasilitas tersebut telah berjalan dan mendapat respons positif dari pasar.
 

Memperkuat distribusi seiring meningkatnya permintaan

 
Menurut dia, kapasitas distribusi akan ditingkatkan secara bertahap mengikuti pertumbuhan permintaan di wilayah sasaran. Fokus utama pada tahap awal adalah memastikan kelancaran pasokan ke berbagai daerah di Indonesia bagian tengah dan timur.
 
"Kami melihat kebutuhan pasar yang cukup besar. Karena itu, distribusi akan terus diperkuat seiring meningkatnya kapasitas operasional dan daya serap pasar," ujar Gamal.
 
Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan tantangan logistik nasional, kehadiran fasilitas pengemasan di Surabaya diharapkan tidak hanya mempercepat distribusi minyak goreng kenIndonesia Timur, tetapi juga memperkuat ketahanan rantai pasok nasional melalui sistem distribusi yang lebih dekat dengan pasar tujuan.
 
Bagi PalmCo, skema pengiriman minyak goreng dalam bentuk curah dari Sumatra Utara untuk kemudian dikemas di Surabaya juga memberikan manfaat bisnis yang signifikan.
 
Perusahaan memperkirakan langkah tersebut mampu menekan biaya logistik hingga 40 persenndibandingkan pola distribusi sebelumnya, sehingga meningkatkan efisiensi operasionalnsekaligus memperkuat daya saing produk minyak goreng di pasar Indonesia bagian tengah dan timur.

(Ade Hapsari Lestarini)