Menteri Luar Negeri Sugiono. Foto: Metrotvnews.com
Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Dialog Penyelesaian Krisis Myanmar
Muhammad Reyhansyah • 14 July 2026 17:51
Jakarta: Indonesia menyatakan siap menjadi tuan rumah apabila ASEAN membutuhkan tempat untuk mempertemukan berbagai pihak dalam dialog guna mendukung penyelesaian krisis di Myanmar.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono usai Pertemuan Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) Indonesia-Vietnam di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.
Menurut Menlu Sugiono, Indonesia memiliki posisi yang dapat diterima oleh berbagai pihak sehingga berpotensi menjadi fasilitator dalam proses dialog tersebut.
"Tentu saja kita juga menyampaikan kita siap kalau misalnya Indonesia dijadikan tempat. Saya kira Indonesia posisinya lebih bisa diterima," kata Menlu Sugiono.
Ia mengatakan kesiapan tersebut sebelumnya juga telah disampaikan Indonesia dalam pertemuan para Menteri Luar Negeri ASEAN yang membahas perkembangan situasi di Myanmar.
"Saya sudah menyampaikan kemarin, kita siap jadi host kalau memang dibutuhkan," ujar Menlu Sugiono.
Meski demikian, Menlu Sugiono menegaskan penyelesaian konflik di Myanmar tetap harus dipimpin dan dimiliki oleh Myanmar sendiri dengan dukungan negara-negara ASEAN melalui dialog yang inklusif.
Fokus Implementasi 5PC
Menurutnya, implementasi Konsensus Lima Poin (5PC) ASEAN sebagai kerangka utama penyelesaian krisis di Myanmar juga membutuhkan waktu mengingat kompleksitas situasi yang dihadapi negara tersebut."Satu hal yang juga kita pahami, proses yang terjadi bukanlah proses yang hasilnya bisa dicapai dalam waktu instan. Nation building tidak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat," kata Menlu Sugiono.
Ia menambahkan, berbagai langkah yang telah dilakukan Myanmar dalam memenuhi komitmen 5PC juga perlu diapresiasi, sembari tetap memahami bahwa implementasi seluruh butir konsensus tersebut memerlukan proses yang panjang.
"Oleh karena itu, kita juga perlu mengapresiasi langkah-langkah yang telah mereka lakukan dalam rangka memenuhi apa yang kita kenal dengan Konsensus Lima Poin, sekaligus memahami bahwa situasinya kompleks dan perlu waktu sehingga semua butir dari 5PC itu bisa terlaksana dengan baik," ujar Menlu Sugiono.
Menlu Sugiono juga menegaskan 5PC tetap menjadi kerangka utama ASEAN dalam menangani krisis Myanmar. Namun, menurutnya, diperlukan indikator yang lebih rinci agar kemajuan implementasi setiap poin dapat diukur secara objektif.
Sebelumnya, para menteri luar negeri ASEAN menggelar Pertemuan Informal Menteri Luar Negeri ASEAN dengan Myanmar di Bangkok, Thailand, pada 12 Juli 2026. Pertemuan yang diinisiasi Filipina selaku Ketua ASEAN 2026 tersebut membahas perkembangan implementasi Five-Point Consensus serta langkah-langkah lanjutan ASEAN untuk mendukung penyelesaian damai di Myanmar.