Indonesia-Turkmenistan menggelar konsultasi politik tingkat pejabat senior pertama di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026. (Kemlu RI)
RI-Turkmenistan Gelar Konsultasi Politik Perdana, Perkuat Kerja Sama Strategis
Willy Haryono • 15 July 2026 13:25
Jakarta: Jakarta: Indonesia dan Turkmenistan menggelar Pertemuan Perdana Konsultasi Politik Tingkat Pejabat Senior (The 1st Senior Official Political Consultation) di Jakarta pada Selasa, 14 Juli 2026, sebagai langkah baru untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara di berbagai bidang strategis.
Delegasi Indonesia dipimpin Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Santo Darmosumarto, sementara delegasi Turkmenistan dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri Turkmenistan, Ahmet Gurbanov.
Pertemuan tersebut menandai tonggak penting dalam hubungan Indonesia dan Turkmenistan sekaligus menegaskan komitmen kedua negara untuk mempererat kerja sama di bidang politik, ekonomi, sosial budaya, serta isu-isu multilateral.
Berdasarkan keterangan di situs Kemlu RI, Rabu, 15 Juli 2026, kedua pihak meninjau implementasi berbagai perjanjian bilateral yang telah berjalan dan sepakat mempercepat penyelesaian sejumlah instrumen hukum yang masih dalam tahap pembahasan.
Instrumen tersebut mencakup pembebasan visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas, kerja sama antar lembaga kejaksaan, pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme, serta kerja sama di bidang kepemudaan dan olahraga.
Indonesia dan Turkmenistan juga menegaskan pentingnya memperkuat koordinasi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan berbagai organisasi internasional lainnya terkait isu-isu yang menjadi kepentingan bersama.
Energi Jadi Pilar Utama
Kerja sama ekonomi menjadi salah satu fokus utama dalam pembahasan, dengan sektor energi kembali ditegaskan sebagai salah satu pilar utama hubungan bilateral kedua negara.Indonesia dan Turkmenistan sepakat memperdalam kolaborasi di seluruh rantai nilai energi, mulai dari pembangunan infrastruktur, alih teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pengembangan kemitraan komersial.
Kedua negara juga mendorong penguatan hubungan antar pelaku usaha dan menyambut meningkatnya interaksi antara Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dan Kamar Dagang dan Industri Turkmenistan.
Selain itu, kedua pihak saling mengundang pemerintah dan pelaku usaha masing-masing untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia 2026, Oil and Gas of Turkmenistan International Conference and Exhibition (OGT), serta Turkmenistan Investment Forum (TIF).
Pendidikan dan Pariwisata
Selain ekonomi, kedua negara sepakat memperluas kerja sama di bidang pendidikan tinggi, riset, pariwisata, dan konektivitas.Kerja sama tersebut akan diwujudkan melalui kemitraan antar perguruan tinggi, program beasiswa, pertukaran akademik, penelitian bersama, promosi pariwisata, serta berbagai langkah praktis untuk meningkatkan hubungan antar masyarakat dan dunia usaha kedua negara.
Indonesia juga menyambut baik ketertarikan Turkmenistan untuk memperkuat keterlibatan dengan ASEAN dan mendukung aksesi negara Asia Tengah tersebut terhadap Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC).
Sebaliknya, Turkmenistan menyampaikan minat untuk menjajaki peluang peningkatan interaksi antara ASEAN dan negara-negara Asia Tengah.
Kedua delegasi turut bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi di Asia Tenggara, Asia Tengah, dan Timur Tengah, serta menegaskan kembali pentingnya dialog, penghormatan terhadap hukum internasional, dan kerja sama multilateral untuk menjaga perdamaian dan stabilitas regional maupun global.
Semangat Bandung dan Kerja Sama Selatan-Selatan
Dalam sambutannya, Santo Darmosumarto menekankan pentingnya menempatkan kemitraan Indonesia-Turkmenistan sebagai bagian dari upaya memperkuat Kerja Sama Selatan-Selatan di tengah meningkatnya fragmentasi geopolitik dan ekonomi global."Indonesia meyakini di tengah tatanan global yang semakin terfragmentasi saat ini, Semangat Bandung perlu berkembang melampaui simbolisme sejarah menjadi kerangka kerja yang nyata bagi Kerja Sama Selatan-Selatan, sejalan dengan politik luar negeri Bebas Aktif Indonesia dan kebijakan netralitas permanen Turkmenistan," ujar Santo.
Menurutnya, pendekatan tersebut penting untuk memperkuat perdamaian, pembangunan berkelanjutan, solidaritas kemanusiaan, serta mewujudkan tatanan global yang lebih inklusif.
Di sela kunjungannya ke Jakarta, Ahmet Gurbanov juga melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta, Wakil Menteri Perdagangan RI, serta Sekretaris Jenderal ASEAN guna membahas peluang penguatan kerja sama lebih lanjut.
Baca juga: Indonesia-Mongolia Gelar Pertemuan Konsultasi Politik, Tandai Babak Baru Kemitraan