Bocah di Tasikmalaya Dipatuk Ular Weling saat Tidur

Baznas Tasikmalaya memberikan biaya hidup bagi orangtua korban anak dipatuk ular yang dirawat di RSUD KHZ Musthafa. (Kristiadi/MI)

Bocah di Tasikmalaya Dipatuk Ular Weling saat Tidur

Media Indonesia • 8 April 2026 00:42

Tasikmalaya: Seorang bocah berinisial DK (12) warga Kampung Borolong, Desa Cilampung Hilir, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KHZ Musthafa setelah bagian tangan kanan dipatuk ular weling. Kejadian tersebut terjadi saat korban tengah tidur di lantai rumah beralaskan tikar bersama ibu kandungnya.

Menurut pengakuan ibunya, Siti Hindun, awalnya DK tidak mengeluh merasakan sakit. Namun, setelah dibawa ke Tabib Kampung, DK disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit.

"Anak tengah tidur ngampar di lantai dan berbicara 'Mah (Bu) ada ular'. Kami menuju Tabib Kampung dan disarankan dibawa ke rumah sakit. Akan tetapi, di perjalanan mengeluh sakit perut dan setibanya di RSUD KHZ Musthafa mengalami nyeri nelan, sesak napas, pingsan," ujarnya, Selasa, 7 April 2026.
 


Anak pasangan Andis Kuswara dan Siti Hindun itu harus melawan racun ular dan kini telah menjalani perawatan selama 10 hari di ruang Intensive Care Unit (ICU). Luka akibat gigitan ular weling berada di bagian tangan kanannya.

Sementara, Direktur RSUD KHZ Musthafa  Eli Hendalia mengatakan pasien sudah 10 hari menjalani perawatan di ICU. Kini, pasien ditangani dokter spesialis toksinologi dari Bandung.

"Untuk stok serum antivenom menipis dan tim rumah sakit berusaha menempuh perjalanan bolak-balik Tasikmalaya menuju Bandung demi menjamin ketersediaan serum antivenom. Jika umumnya pasien membutuhkan 3-4 vial antivenom (anti bisa ular), kondisi anak ini mengalami pelemahan otot paru-paru dan sekarang (kebutuhan) penggunaan hingga 50 vial," jelasnya.

Menurutnya, korban terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, dan biaya pengobatan mencapai sekitar Rp200 juta. Namun, RSUD KHZ Musthafa tidak menyerah pada birokrasi dan tetap berupaya maksimal menyelamatkan nyawa pasien.

"Kami akan berusaha menyelamatkan jiwa seorang anak dan Insya Allah, rumah sakit berkomitmen akan cari solusi dana untuk menutupi kelebihan biaya demi membantu masyarakat," ujarnya.


Ular weling. (Dokumentasi/ Wikipedia)


Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya, Eddy Abdul Somadi  memastikan keluarga DK tidak akan berjuang sendiri. Baznas memberikan bantuan biaya hidup bagi orang tua selama mendampingi DK di rumah sakit dengan menyediakan tempat istirahat yang layak bagi keluarga.

"Rumah sakit mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada, terutama bagi yang tinggal di area persawahan. Penggunaan dipan saat tidur dan kelambu sangat disarankan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Kami kolaborasi antara keahlian medis RSUD KHZ Musthafa dan dukungan sosial dari BAZNAS, doa dan ikhtiar terbaik terus dipanjatkan demi kesembuhan anak tersebut," ungkapnya. (MI/Kristiadi)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)