Antisipasi Hujan, Pemudik di Jateng Diimbau Hindari Perjalanan Sore Hari

Ilustrasi - pemudik bersepeda motor. (ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas)

Antisipasi Hujan, Pemudik di Jateng Diimbau Hindari Perjalanan Sore Hari

Silvana Febiari • 19 March 2026 21:38

Semarang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau para pemudik untuk menghindari perjalanan pada sore hari. Imbauan ini disampaikan guna mengantisipasi potensi hujan yang masih mungkin terjadi di wilayah Jawa Tengah (Jateng).

Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Yoga Sambodo mengatakan secara umum wilayah Jateng telah melewati puncak musim hujan. Namun, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih dapat terjadi di sejumlah wilayah.

"Secara umum di Jawa Tengah sudah melewati puncak musim hujan. Hujan yang terjadi biasanya ringan hingga sedang, meskipun sesekali bisa cukup deras dengan durasi singkat," kata Yoga, dikutip dari Antara, Kamis, 19 Maret 2026. 
 


Ia menjelaskan kondisi cuaca tersebut relatif merata di berbagai wilayah, baik di kawasan Pantai Utara (Pantura) wilayah selatan, maupun kawasan pegunungan di bagian tengah Jateng. Pada masa peralihan musim seperti saat ini umumnya hujan terjadi pada siang hingga menjelang sore hari, sehingga pemudik disarankan mengatur waktu perjalanan lebih awal.

"Jika berkendara pada pagi hingga siang hari relatif lebih aman, karena peluang hujan biasanya meningkat menjelang sore," ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pemudik untuk tetap waspada saat melintas di jalur pegunungan dan dataran tinggi. Pasalnya, potensi hujan di wilayah tersebut cenderung lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya.

"Untuk wilayah Pantura, tengah, dan selatan, relatif aman. Namun kewaspadaan perlu ditingkatkan saat melintasi jalur pegunungan, karena potensi hujan biasanya lebih tinggi," ujarnya.


Ilustrasi hujan. Dok. Istimewa


Selain pemudik, masyarakat yang berencana berwisata selama libur Lebaran, juga diimbau untuk memperhatikan kondisi cuaca, terutama di kawasan wisata alam. Ia menyampaikan adanya potensi cuaca ekstrem bersifat lokal, khususnya di daerah bantaran sungai atau lokasi wisata air, yang hulunya berada di kawasan pegunungan.

"Kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati, terutama di wisata air dan daerah aliran sungai. Selalu perbarui informasi cuaca sebelum beraktivitas," imbuhnya.

BMKG juga meminta masyarakat aktif memantau informasi prakiraan cuaca terkini melalui berbagai platform resmi, seperti Digital Weather for Traffic (DWT) untuk transportasi darat. Kemudian, System of Interactive Aviation Meteorology (Inasiam) untuk penerbangan, serta Indonesia Weather Information for Shipping (Inawis) untuk aktivitas maritim.

"Platform ini dapat diakses melalui website tanpa harus mengunduh aplikasi, sehingga memudahkan masyarakat memperoleh informasi cuaca secara cepat," ucapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)