Presiden AS Donald Trump. (EFE)
Trump Batalkan Kunjungan Delegasi AS ke Pakistan, Sebut Hanya Buang-buang Waktu
Willy Haryono • 26 April 2026 08:29
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana kunjungan delegasi AS ke Pakistan untuk bernegosiasi dengan Iran pada Sabtu, tak lama setelah delegasi Teheran meninggalkan Islamabad.
Trump menyatakan utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner hanya akan “membuang terlalu banyak waktu" di Pakistan, seraya menegaskan bahwa jika Iran benar-benar ingin berunding, Teheran cukup menghubungi Washington secara langsung.
“Jika mereka ingin bicara, yang perlu mereka lakukan hanyalah menelepon,” tulis Trump di platform Truth Social dan dikutip BBC, Minggu, 26 April 2026.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bertemu pejabat Pakistan selaku mediator dan menyampaikan posisi Iran terkait penghentian perang, namun mengatakan masih harus melihat apakah AS “benar-benar serius soal diplomasi.”
Upaya diplomatik antara kedua negara masih menemui kebuntuan meski Trump telah memperpanjang gencatan senjata yang semula berakhir pada 22 April guna memberi ruang bagi negosiasi.
Kebuntuan terutama terjadi terkait Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi global, setelah Iran membatasi akses sebagai respons atas serangan AS dan Israel sejak Februari. Washington sendiri telah meningkatkan kehadiran militernya di kawasan tersebut guna membatasi ekspor minyak Iran.
Meski pembicaraan tatap muka terbaru gagal terwujud, Trump mengatakan gencatan senjata tetap akan bertahan. “Tidak, itu tidak berarti perang akan berlanjut. Kami bahkan belum memikirkannya,” kata Trump kepada Axios.
Trump juga menilai kepemimpinan Iran tengah dilanda kebingungan internal.
“Ada konflik besar dan kebingungan di dalam kepemimpinan Iran. Tidak ada yang tahu siapa yang memimpin, termasuk mereka sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya menegaskan Teheran tetap terbuka untuk negosiasi, namun menyebut pelanggaran komitmen, blokade, dan ancaman sebagai hambatan utama.
Pakistan dalam beberapa pekan terakhir terus berperan sebagai mediator utama antara Washington dan Teheran, termasuk dalam pembicaraan tingkat tinggi pada 11 April yang juga berakhir tanpa kesepakatan.
Baca juga: Menlu Iran Bertemu Panglima Pakistan, Bahas Lanjutan Negosiasi dengan AS