Kepala BGN Dadan Hindayana (kiri). Foto: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.
Kepala BGN: Metode MBG Jadi Kajian Internasional
Fachri Audhia Hafiez • 2 February 2026 19:44
Bogor: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Pemerintah Indonesia disebut mulai menarik perhatian dunia internasional, termasuk para pakar dari Gedung Putih, Amerika Serikat (AS). Program ini dinilai bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi strategis yang mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat secara cepat dan masif.
"Memang mereka (pemerintah dunia) menilai bahwa apa yang dilakukan oleh Indonesia termasuk metode yang baru pertama kali dilakukan di dunia, di mana pelaksanaan MBG bisa melibatkan demikian banyak mitra dan bisa berjalan demikian cepat. Saya kira itu menjadi kajian yang cukup menarik bagi mereka," ujar Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, dikutip dari Antara, Senin, 2 Februari 2026.
Dadan mengungkapkan bahwa hingga Januari 2026, BGN telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp19,5 triliun. Aliran dana APBN yang langsung menyentuh masyarakat ini terbukti memicu munculnya ekosistem usaha baru, seperti menjamurnya wirausaha produksi sabun untuk memenuhi kebutuhan sanitasi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Sebagai contoh, ternyata entrepreneur atau wirausaha yang bergerak di bidang sabun ini banyak sekali sekarang karena kebutuhan SPPG itu banyak, satu hari membutuhkan kurang lebih 25 liter sabun. Jadi banyak sekali wirausahawan baru di Indonesia yang diuntungkan karena program ini," ucap Dadan.
Namun, di tengah akselerasi ekonomi tersebut, BGN tetap memberlakukan pengawasan ketat terhadap standar keamanan pangan. Dadan menegaskan pihaknya tidak segan memberikan sanksi tegas bagi mitra SPPG yang terbukti melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP), terutama terkait insiden keracunan yang sempat terjadi.
"Saya melihat ada SPPG yang akan kita berikan lampu kuning ya atau kartu kuning karena menyalahi prosedur yang lebih berat. Kemudian, kita akan evaluasi dan mungkin akan dihentikan untuk sementara agak lama yang diberikan kartu kuning," tegas Dadan.
.jpg)
Ilustrasi MBG. Foto: Dok. Antara.
Dadan juga menyampaikan permohonan maaf kepada para penerima manfaat yang terdampak insiden keamanan pangan. Investigasi mendalam terus dilakukan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang, termasuk dengan melarang pengambilan bahan baku di luar pengawasan resmi.
"Untuk yang kita berikan kartu kuning itu karena dia mengambil bahan baku dari luar sehingga tidak terawasi cara masaknya, dan kita akan berikan peringatan cukup keras terkait hal tersebut. Kemudian, untuk beberapa SPPG sekarang kita akan umumkan beberapa menu yang harus dihindari," ujar Dadan.