Kemenkes Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Virus Nipah

Ilustrasi Medcom.id

Kemenkes Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Virus Nipah

Achmad Zulfikar Fazli • 1 February 2026 15:50

Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan terhadap Virus Nipah meski belum ada kasus penularannya di Indonesia. Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik yang memiliki inang pada kelelawar buah, dan dapat menular melalui perantara hewan lain, seperti babi, melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus, seperti buah.

"Belum terdapat laporan kasus konfirmasi penyakit virus nipah pada manusia di Indonesia, namun kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan mengingat Indonesia termasuk wilayah berisiko berdasarkan kedekatan geografis dan intensitas mobilitas dengan negara-negara yang pernah mengalami kejadian luar biasa," kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kemenkes Murti Utami, dalam keterangannya, dilansir dari Antara, Minggu, 1 Februari 2026.

Murti memaparkan hasil penelitian di Indonesia yang menunjukkan adanya bukti serologis dan deteksi virus pada inang alami kelelawar buah (Pteropus sp.), yang menandakan potensi sumber penularan di Indonesia.

"Penularan antarmanusia juga dilaporkan, terutama melalui kontak erat dengan penderita. Manifestasi klinis bervariasi, mulai infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ringan hingga berat, serta ensefalitis (peradangan) yang dapat berakibat kematian," ujar dia.
 

Baca Juga: 

Mari Kenali dan Waspadai Virus Nipah




Ilustrasi. Medcom

Murti mengingatkan kepada dinas kesehatan di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi, untuk terus memantau dan verifikasi tren kasus suspek meningitis/ensefalitis, Influenza Like Illness (ILI), Severe Acute Respiratory Infection (SARI), ISPA, dan pneumonia.

Sebagai langkah kewaspadaan terhadap penyakit yang ditimbulkan akibat Virus Nipah, Murti mengimbau masyarakat tidak mengonsumsi nira atau aren langsung dari pohonnya. Sebab, kelelawar dapat mengontaminasi sadapan aren atau nira pada malam hari.

"Oleh karena itu, sebelum mengkonsumsi aren/nira, sebaiknya dimasak terlebih dahulu. Kemudian, cuci dan kupas buah secara menyeluruh, serta buang buah yang ada tanda gigitan kelelawar," tutur dia.

Kasus akibat Virus Nipah kembali terjadi di India. Per 26 Januari 2026, telah dilaporkan dua kasus konfirmasi tanpa kematian di Distrik North 24 Parganas, negara bagian West Bengal. Seluruh kasus konfirmasi merupakan tenaga kesehatan. Saat ini, diidentifikasi lebih dari 120 kontak erat dan semua dikarantina sambil terus dilakukan investigasi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)