Program MBG Jadi Langkah Strategis Atasi Permasalahan Gizi Secara Bertahap

Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Komisi IX DPR RI memulai sosialisasi perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Grobogan, Jawa Tengah. Dokumentasi/ istimewa

Program MBG Jadi Langkah Strategis Atasi Permasalahan Gizi Secara Bertahap

Deny Irwanto • 4 February 2026 01:26

Grobogan: Upaya memperluas akses gizi bagi masyarakat terus didorong pemerintah melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, program ini mulai diperkenalkan kepada warga lewat kegiatan sosialisasi yang melibatkan Komisi IX DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN).

Sosialisasi digelar di Gedung Serbaguna Dewi Sri, Purwodadi, Senin, 2 Februari 2026 dan dihadiri ratusan warga serta tokoh masyarakat setempat. Sejumlah pejabat BGN turut hadir, di antaranya Plt Deputi Bidang Promosi dan Kerjasama BGN Gunalan, Tenaga Ahli Wakil Kepala BGN Dian Islamiati Fatwa, dan Hanibal W. Y. Wijayanta.

"Tidak hanya Indonesia, negara lain juga menerapkan program sejenis dengan program MBG, sosialisasi program MBG kembali berlanjut hari ini yang sudah dimulai sejak tahun 2025 lalu, kalau kita mundur lagi karena banyak protes dan lain-lain maka kita membiarkan bangsa kita sendiri menjadi kalah dari yang lain," kata Gunalan dalam keterangan pers dikutip Selasa, 4 Februari 2026.

Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Komisi IX DPR RI memulai sosialisasi perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Grobogan, Jawa Tengah. Dokumentasi/ istimewa


Gunalan menjelaskan MBG merupakan program jangka panjang untuk menguatkan generasi penerus terutama menuju generasi berkualitas menuju Indonesia emas 2045.

MBG dirancang sebagai langkah bertahap untuk mengatasi persoalan gizi dengan menyediakan asupan makanan bergizi gratis bagi kelompok sasaran, sekaligus memperkuat sistem pangan lokal.

Program ini dijalankan melalui pendekatan hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan makanan sesuai standar gizi, penguatan dapur MBG dan SPPG, hingga edukasi gizi dan pelibatan masyarakat. Skema tersebut juga diarahkan untuk memberi dampak ekonomi di tingkat lokal.

Gunalan menekankan baku pangan diupayakan berasal dari wilayah setempat agar memberi nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha lokal.

"Kami ada kegiatan itu berbasis bahan baku yang ditanam oleh masyarakat lokal yang dibudidayakan jadi tidak ada satupun bahan-bahan yang diambil dari luar, itu wajib di masyarakat setempat sehingga dampaknya bagus untuk pendapatan atau nilai jual petani itu meningkat," ungkap Gunalan.

BGN juga memperkenalkan program pendukung bernama “Mak Comblang” yang bertujuan mempertemukan petani, nelayan, dan pelaku UMKM dengan dapur MBG untuk memperbaiki rantai pasok bahan pangan.

“Dikarenakan masalah saat ini adalah pasokan tidak stabil karena faktor musim/panen, harga di pasar mudah dimainkan oleh tengkulak, dan rantai distribusi yang cukup panjang, contohnya ada perbedaan harga, harga dari petani sangat rendah dibanding harga di pasar/supermarket," ucap Dian.

Sementara Hanibal W. Y. Wijayanta menyebut program MBG berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi gizi masyarakat kurang mampu.

"Mungkin banyak dari orang-orang yang belum tahu kenapa Presiden Prabowo sangat mendorong program Makan Bergizi Gratis ini, karena program ini akan banyak membantu masyarakat kecil yang kurang mampu untuk bisa tetap mendapatkan makan yang layak dan bergizi," ujar Hanibal.

Melalui sosialisasi ini, pemerintah berharap pemahaman masyarakat meningkat sekaligus mendorong kesiapan pelaksanaan program di tingkat daerah.


 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Deny Irwanto)