Ilustrasi dominasi AI China: Baidu dan Alibaba menjadi tulang punggung “Sovereign AI” di tengah persaingan teknologi global yang kian memanas. (Foto: Dok.)
Revolusi AI China: Cara Cuan dari Saham Baidu dan Alibaba di Tengah Perang Teknologi Global
Patrick Pinaria • 7 February 2026 13:35
Jakarta: Ketika bicara soal kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), nama yang pertama muncul di benak investor global biasanya adalah NVIDIA, Microsoft, atau OpenAI. Wajar, karena mereka adalah pemimpin pasar saat ini. Namun, di balik sorotan utama tersebut, "Naga Asia" sedang menggeliat. Investor cerdas mulai menyadari bahwa peluang keuntungan terbesar seringkali datang dari tempat yang paling tidak diperhatikan orang: China.
Ekonomi terbesar kedua di dunia ini sedang melakukan mobilisasi sumber daya besar-besaran untuk memenangkan supremasi AI. Laporan dari Global Times menyebutkan bahwa inovasi teknologi tinggi kini menjadi inti dari kebijakan "New Productive Forces" yang didorong langsung oleh Beijing. Bagi investor, ini membuka peluang unik di pasar saham. Saham-saham teknologi China yang terdaftar di Nasdaq, seperti Baidu dan Alibaba, saat ini dihargai jauh lebih murah daripada rekan-rekan mereka di Silicon Valley, padahal mereka memiliki teknologi AI yang sangat kompetitif.
Artikel ini akan membedah bagaimana investor Indonesia dapat memanfaatkan momentum "Chinese AI Boom" ini, serta strategi eksekusi yang tepat menggunakan platform investasi global.
Ringkasan eksekutif
- Perang AI Global: Persaingan bukan hanya milik AS. China memacu pengembangan "Sovereign AI" melalui raksasa teknologinya.
- Saham Pilihan: Baidu (BIDU) sebagai pemimpin mesin pencari dan Alibaba (BABA) sebagai pemimpin Cloud adalah dua pemain utama yang paling diuntungkan.
- Potensi Kenaikan: Goldman Sachs menyoroti "AI boom" sebagai katalis utama dengan potensi kenaikan pasar saham China hingga 20% tahun ini.
- Akses Investasi: Investor Indonesia dapat mengakses saham-saham ini melalui platform multi-aset seperti Pluang, yang menyediakan fitur analisis seperti Web Trading dan Aura AI.
Peta kekuatan AI China: Baidu vs Alibaba
Berbeda dengan AS yang memiliki banyak pemain startup, pengembangan AI di China didominasi oleh raksasa teknologi yang sudah mapan karena kebutuhan data dan komputasi yang masif.
1. Baidu (NASDAQ: BIDU) – The AI Pioneer
Baidu sering disalahartikan hanya sebagai 'Google Search China'. Padahal, perusahaan ini telah berinvestasi di AI jauh sebelum ChatGPT lahir.
- ERNIE Bot: Jawaban China untuk ChatGPT ini telah diadopsi oleh jutaan pengguna dan perusahaan di China.
- Autonomous Driving: Baidu Apollo adalah platform taksi tanpa sopir terbesar di dunia yang sudah beroperasi secara komersial di beberapa kota besar China.
Market update: sinyal bullish dari buyback USD5 miliar
Validasi terkuat bahwa harga saham Baidu saat ini terlalu murah datang dari manajemennya sendiri. Baidu baru saja mengumumkan peluncuran program pembelian kembali saham (share buyback) senilai $5 Miliar, ditambah dengan sebuah sejarah baru: pembayaran dividen tunai pertama tahun ini.
Baca Juga :
Perak Memecah Rekor: Mengapa Momentum Ini Penting dan Cara Memanfaatkannya dengan ETF Silver
Dalam dunia investasi, ini adalah sinyal kepercayaan diri tingkat tinggi. Manajemen Baidu secara efektif mengatakan kepada pasar: "Kami memiliki arus kas yang sangat kuat dan kami percaya harga saham kami saat ini tidak mencerminkan nilai intrinsik perusahaan." Bagi investor, aksi ini positif karena mengurangi jumlah saham beredar (meningkatkan EPS), sekaligus memberikan kepastian arus kas melalui dividen.
Investasi: Membeli saham BIDU adalah cara termudah untuk mendapatkan eksposur murni ke ekosistem AI China, dengan bonus potensi kenaikan dari aksi buyback serta pendapatan pasif dari dividen baru tersebut.
2. Alibaba (NYSE: BABA) – The Cloud Infrastructure
AI butuh 'rumah', dan rumah itu adalah Cloud. Alibaba Cloud menguasai hampir separuh pasar cloud di China.- Tongyi Qianwen: Model bahasa besar (LLM) milik Alibaba yang diintegrasikan ke seluruh ekosistem e-commerce dan logistik mereka.
- Valuasi: Saat ini, BABA diperdagangkan dengan valuasi P/E single digit (sangat murah), memberikan margin of safety yang besar bagi investor.
Analisis pasar: apa kata para ahli?
Sentimen pasar terhadap sektor teknologi China sedang berubah drastis. Laporan terbaru dari bank investasi Goldman Sachs secara spesifik menyebutkan bahwa ledakan AI dan ekspansi global adalah dua faktor kunci yang diproyeksikan mendorong kenaikan hingga 20% pada indeks saham China tahun ini.Selain itu, laporan dari Bitget menyoroti kembalinya arus dana ke sektor teknologi Asia seiring dengan meredanya risiko regulasi ("Regulatory Ease"). Investor mulai menyadari bahwa risiko regulasi ketat yang menghantui sektor ini 2-3 tahun lalu sudah mereda. Pemerintah China kini justru berbalik arah, secara aktif mendorong perusahaan platform untuk berinovasi sebagai ujung tombak kompetisi teknologi global.
Mengapa narasi 'Sovereign AI' itu penting?
Investor perlu memahami konsep 'Sovereign AI' atau AI Berdaulat. Di tengah ketegangan geopolitik dan pembatasan ekspor chip canggih oleh AS, China tidak bisa bergantung pada model AI Barat seperti GPT-4 atau Gemini. Mereka harus membangun ekosistem sendiri demi keamanan nasional.Inilah yang membuat posisi Baidu dan Alibaba sangat kuat secara struktural. Mereka bukan sekadar perusahaan swasta yang mencari untung; mereka adalah infrastruktur nasional yang kritikal. Pemerintah China akan memastikan bahwa teknologi mereka diadopsi secara luas di dalam negeri, mulai dari pemerintahan, militer, hingga pendidikan. Ini menciptakan "Parit Ekonomi" (Economic Moat) yang sangat dalam, melindungi mereka dari persaingan asing di pasar domestik yang berpenduduk 1,4 miliar jiwa.
Strategi cuan: menggunakan data, bukan perasaan
Saham teknologi dikenal fluktuatif. Investor membutuhkan data yang akurat, bukan sekadar intuisi. Di sinilah peran teknologi finansial (fintech) menjadi krusial. Platform seperti Pluang menyediakan alat bantu bagi investor ritel untuk menganalisis pasar layaknya profesional.1. Cek 'Technical Insight' dengan Aura AI
AI sering kali mengalami siklus hype. Jangan membeli di pucuk. Fitur Aura AI di Pluang dapat membantu mendeteksi momentum:- Indikator Bullish: Cari sinyal seperti "Price crossing above Moving Average" atau "RSI recovering from oversold zone".
- Indikator Bearish: Jika Aura AI mendeteksi "Bearish Divergence", sebaiknya tahan dulu pembelian Anda.
2. Cek 'Risk Insight'
Sektor AI sensitif terhadap berita geopolitik. Kartu "Risk Insight" di Aura AI memberikan ringkasan risiko terkini, membantu investor menyesuaikan porsi alokasi portofolio mereka agar tidak terekspos risiko volatilitas berlebihan.3. Mencari momentum dengan Smart Screeners
Bagaimana menemukan saham AI China lainnya yang sedang naik daun? Fitur Smart Screeners di Pluang memudahkan proses ini. Preset seperti "Trend-Following" atau "Golden Cross" akan memfilter saham-saham yang grafik teknikalnya menunjukkan tren positif kuat. Jika saham seperti NetEase (NTES) muncul di sini, itu berarti pasar sedang merespons positif kinerjanya.Eksekusi trading di Web Trading
Untuk analisis lebih mendalam, investor dapat menggunakan fitur Web Trading di desktop.- Chart Comparison: Bandingkan grafik kinerja BIDU dengan Alphabet (Google). Jika gap kinerja terlalu lebar padahal fundamental BIDU membaik, itu adalah peluang arbitrase valuasi.
- Indikator Volume: Kenaikan harga yang disertai volume besar pada saham China di NYSE sering kali menandakan masuknya dana institusional asing.
Jangan Lewatkan Gelombang Kedua AI
Gelombang pertama AI terjadi di AS pada 2023-2025 (fase infrastruktur). Gelombang kedua kemungkinan besar adalah adopsi massal AI di pasar China mulai 2026 ini (fase aplikasi). Dengan populasi internet terbesar di dunia, China memiliki bahan bakar utama AI, yaitu data, yang lebih banyak dari negara mana pun.Fenomena diskon valuasi ini adalah anomali yang jarang bertahan lama. Saat ini, investor membayar harga premium untuk AI di AS, namun bisa mendapatkan eksposur pertumbuhan serupa di China dengan harga diskon. Investasi di Baidu dan Alibaba melalui platform terpercaya adalah cara strategis untuk mendiversifikasi portofolio teknologi Anda. Gunakan alat bantu seperti Aura AI dan Smart Screeners untuk menemukan titik masuk terbaik, dan jadilah bagian dari revolusi kecerdasan buatan Asia.