Citra satelit siklon. (Tangkapan layar/BMKG)
Siklon Tropis Nuri Terpantau, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem
Lukman Diah Sari • 12 March 2026 05:26
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa Siklon Tropis Nuri terpantau berada di Samudera Pasifik Utara Papua pada Kamis, 12 Maret 2026. Sistem tersebut memicu potensi peningkatan aktivitas cuaca di sejumlah wilayah Indonesia.
Prakirawan Cuaca BMKG, Lintang Alya, mengatakan siklon tersebut memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 35 knots dengan tekanan minimum 1.000 hektopaskal dan bergerak ke arah timur hingga timur laut.
“Dalam 48 jam ke depan, kecepatannya diperkirakan menurun menjadi sekitar 15 hingga 20 knots dengan tekanan minimum 1.004 hektopaskal dan arah pergerakan ke timur laut,” ujar Lintang dalam kanal infoBMKG, Kamis, 12 Maret 2026.

Citra satelit siklon. (Tangkapan layar/BMKG)
BMKG menjelaskan keberadaan Siklon Tropis Nuri turut menginduksi terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di beberapa wilayah, yakni di perairan utara Halmahera Utara serta Samudera Pasifik utara Papua Barat hingga Papua.
Selain itu, BMKG juga memantau daerah tekanan rendah yang berada di Australia bagian utara. Sistem ini memicu terbentuknya low-level jet di wilayah Laut Timor dan Laut Arafura serta membentuk daerah konvergensi yang memanjang dari perairan Australia bagian utara hingga Laut Arafura.
Kondisi tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di pesisir barat Sumatra Utara hingga Aceh, Samudera Hindia barat daya Lampung, serta perairan barat laut Australia.
Menurut BMKG, kombinasi berbagai dinamika atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah yang terdampak.
“Hal ini menyebabkan potensi cuaca cukup signifikan di beberapa wilayah Indonesia, yang berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara,” kata Lintang.