Menteri Rosan Roeslani bertemu PM Pakistan Shehbaz Sharif di Islamabad, Selasa, 10 Februari 2026. (KBRI Islamabad)
Menteri Rosan Perkenalkan Danantara ke Pakistan, PM Sharif Siap Berkunjung
Willy Haryono • 12 February 2026 10:05
Islamabad: Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara Indonesia), Rosan P. Roeslani, menuntaskan kunjungan kerjanya ke Pakistan pada 10 Februari 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan atas undangan Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri Pakistan, Mohammad Ishaq Dar.
Selama di Islamabad, Rosan menjalani rangkaian agenda mulai dari pertemuan tingkat menteri hingga kunjungan kehormatan kepada Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. Dalam pertemuan tersebut, ia didampingi Deputi Promosi Penanaman Modal BKPM Nurul Ichwan, Senior Director BPI Danantara Harold Tjiptadjaja, serta Duta Besar RI untuk Pakistan Chandra W. Sukotjo.
Baik Rosan maupun Ishaq Dar menekankan pentingnya investasi bilateral sebagai pilar utama kerja sama ekonomi Indonesia–Pakistan. Pemerintah Pakistan juga memaparkan berbagai peluang investasi dan proyek potensial di sejumlah sektor, termasuk infrastruktur, pertanian, teknologi informasi, pertambangan dan mineral, kesehatan, energi, konektivitas, serta infrastruktur digital.
Berdasarkan siaran pers yang diterima Metrotvnews.com, Kamis, 12 Februari 2026, Rosan menyatakan Indonesia melihat peluang besar yang masih dapat dikembangkan antara kedua negara. Ia juga memperkenalkan Dana Investasi Danantara yang didirikan pada Februari 2025 melalui konsolidasi perusahaan milik negara dengan total 1.044 entitas dan aset mendekati 1 triliun dolar AS.
Dalam pertemuan tingkat menteri yang dipimpin Ishaq Dar, sejumlah pejabat Pakistan turut hadir, termasuk Menteri Investasi Qaiser Ahmed Sheikh, Menteri Pelayanan Kesehatan Nasional Syed Mustafa Kamal, Asisten Khusus Perdana Menteri Tariq Bajwa, serta Kepala Badan Fasilitasi Investasi Pakistan (SIFC) Letjen Sarfraz Ahmed.
Rosan juga bertemu Perdana Menteri Shehbaz Sharif di kediaman resmi PM. Dalam pertemuan tersebut, Sharif menyatakan minat Pakistan mempelajari pengalaman Indonesia dalam pengelolaan Sovereign Wealth Fund (SWF). Ia juga mengungkapkan rencana kunjungan ke Indonesia pada April mendatang untuk menghadiri KTT D-8.
Sharif menegaskan komitmen Pakistan untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan Indonesia, yang menurutnya terus berkembang positif. Ia juga menilai kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Pakistan pada Desember 2025 lalu berperan penting dalam mempererat kerja sama bilateral.
Rosan menegaskan Indonesia berkomitmen memperluas kemitraan ekonomi dengan Pakistan dan membuka peluang kolaborasi investasi yang lebih luas ke depan.


Baca juga: Pererat Hubungan Bilateral, Indonesia dan Pakistan Jalin Kerja Sama Pariwisata