Ilustrasi terapi sel. Istimewa
Kemajuan Terapi Sel Punca di Indonesia Didukung UU
Whisnu Mardiansyah • 11 February 2026 04:04
Jakarta: Perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi medis, termasuk terapi sel punca (stem cell), semakin luas dimanfaatkan untuk menangani berbagai penyakit kronis dan mematikan. Terapi ini menjadi harapan baru bagi pasien yang sebelumnya bergantung pada pengobatan jangka panjang.
Secara prinsip, sel punca adalah sel induk yang dapat berkembang dan berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel baru yang sehat untuk menggantikan sel rusak di dalam tubuh.
Dalam dunia medis, terdapat tiga sumber utama sel punca yaitu umsum tulang, darah perifer, serta darah dan jaringan tali pusat. Masing-masing sumber memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri, terutama terkait ketersediaan dan kecocokan donor.
Sel punca dari sumsum tulang mensyaratkan kecocokan donor hingga 100 persen agar transplantasi aman dilakukan, sebuah kondisi yang kerap sulit dipenuhi dalam waktu terbatas. Sementara itu, sel punca dari darah tali pusat cenderung lebih toleran dan tidak memerlukan kecocokan sempurna antara donor dan penerima.
Di Indonesia, terapi sel punca telah mendapat dukungan pemerintah dengan regulasi yang ketat. Kementerian Kesehatan RI melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan mengatur bahwa terapi berbasis sel punca hanya dapat dilakukan setelah terbukti keamanan dan manfaatnya, serta memenuhi standar mutu yang ditetapkan.
Medical Advisor PT Cordlife Persada, dr. Meriana Virtin, menjelaskan bahwa transplantasi sel punca hematopoietik dapat digunakan untuk menangani berbagai penyakit.
"Transplantasi sel punca hematopoietik dapat digunakan untuk menangani berbagai penyakit seperti kelainan darah bawaan thalasemia, kanker pada anak seperti leukemia, penyakit metabolik, serta gangguan sistem kekebalan tubuh berat," kata dr. Meriana Virtin dalam keterangannya, Selasa, 10 Februari 2026.
Terapi sel punca sebagai pendekatan medis terus mendorong upaya pencarian sumber sel punca yang lebih mudah diakses, aman, dan efektif bagi pasien di masa depan.