BKI Perkuat Standar Keselamatan Migas Lewat Inovasi SPM

Delegasi BKI Hafizh Muhammad Naufal Shidqi yang mepresentasikan hasil riset di OTC Asia 2026. Foto: dok BKI.

BKI Perkuat Standar Keselamatan Migas Lewat Inovasi SPM

Husen Miftahudin • 18 April 2026 14:07

Jakarta: PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI berpartisipasi dalam Offshore Technology Conference (OTC) Asia 2026 di Kuala Lumpur Convention Center, Malaysia, 31 Maret–2 April 2026.

Pada forum energi internasional yang dihadiri lebih dari 25 ribu profesional dari 89 negara ini, BKI mempresentasikan hasil riset pengembangan aturan untuk sistem Single Point Mooring (SPM) pada fasilitas yang telah beroperasi.

Riset disusun bersama SKK Migas dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan tujuan meningkatkan keselamatan aset dan memitigasi risiko lingkungan, termasuk potensi tumpahan minyak akibat kegagalan sistem saat pemuatan dan pembongkaran.

Delegasi BKI dipimpin oleh Senior Manager Pemasaran Offshore Klas Cabang Utama Klas Tanjung Priok Eko Maja Priyanto serta didukung oleh Koordinator Perkapalan dan Kemaritiman SKK Migas Willy Yuniar dan Guru Besar Fakultas Teknologi Kelautan ITS Prof. Ir. Eko Budi Djatmiko.

Riset berjudul "Evaluating The Dynamic Behaviors of Offloading Arrangement Variations on Existing Single Point Mooring Structure to Improve the Safety Assurance of Classification Society" dipresentasikan secara langsung oleh Delegasi BKI Hafizh Muhammad Naufal Shidqi.

"Riset ini membahas masukan untuk pengembangan aturan sistem Single Point Mooring (SPM), khususnya pada fasilitas yang telah beroperasi," ungkap BKI dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 18 April 2026.
 

Baca juga: BKI Siap Genjot Kemajuan Industri Maritim Nasional


(BKI berpartisipasi dalam OTC Asia 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia. Foto: dok BKI)
 

Tingkatkan keselamatan aset an mitigasi risiko lingkungan


Lebih lajut BKI menjelaskan, kajian dilakukan dari sisi proses pemuatan dan pembongkaran minyak dan gas, dengan tujuan meningkatkan keselamatan aset serta memitigasi risiko lingkungan, termasuk potensi tumpahan minyak akibat kegagalan sistem SPM saat proses loading dan offloading.

Selain presentasi riset, BKI memanfaatkan forum ini untuk memperluas jejaring dan berdiskusi dengan perusahaan energi internasional, di antaranya Yinson Holdings Berhad, Eni S.p.A., dan Petronas.

Kehadiran BKI di OTC Asia 2026 menegaskan komitmen perusahaan untuk aktif mendorong standar keselamatan dan keberlanjutan di sektor minyak dan gas, baik di tingkat nasional maupun global.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)