Ilustrasi grafik intensitas gempa bumi. Foto: Metrotvnews.com
Dua Gempa Bumi Guncang Tiongkok dalam Jeda Waktu 18 Menit
Fajar Nugraha • 28 July 2026 16:11
Beijing: Gempa bumi berkekuatan 5,7 magnitudo mengguncang sebuah provinsi terpencil di Tiongkok, diikuti gempa kedua berkekuatan 5,8 magnitudo hanya 18 menit, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).
Gempa bumi di Kabupaten Xinghai di provinsi Qinghai, Tiongkok barat laut, terjadi pada pukul 11.16 dan 11.34 pada hari Selasa dengan kedalaman 10 kilometer, dengan episentrum terletak di daerah dataran tinggi yang jarang penduduknya, sekitar 244 km dari Xining, ibu kota Qinghai.
“Getaran yang cukup terasa dirasakan di Xining,” kata kantor berita Xinhua, Selasa 28 Juli 2026.
“Tidak ada laporan langsung tentang korban jiwa atau bangunan yang runtuh, dan ketertiban umum secara keseluruhan tetap stabil," kata Xinhua.
“Tim tanggap darurat sedang menuju ke episentrum,” kata laporan itu.
Provinsi Qinghai di barat laut Tiongkok jarang penduduknya dan sering mengalami gempa bumi. Sebuah video dari stasiun televisi pemerintah, CCTV menunjukkan awan debu mengepul dari tebing saat tanah berguncang.
Gempa bumi juga berdampak pada Lanzhou di provinsi Gansu yang berdekatan, salah satu kota terbesar di daerah tersebut. Video di media sosial menunjukkan lampu-lampu berayun di dalam rumah-rumah di kota itu.
Awal bulan ini, gempa bumi berkek magnitude 5,0 melanda provinsi Yunnan di barat daya Tiongkok pada kedalaman 6 km, menurut Pusat Jaringan Gempa Bumi Tiongkok.
Pusat gempa berada di sebuah desa dengan sekitar 1.300 penduduk di daerah pegunungan Mojiang, bagian dari kota Pu'er di provinsi perbatasan barat daya. Desa tersebut berjarak sekitar 100 km dari perbatasan Tiongkok dengan Laos dan Vietnam.
Otoritas kereta api menghentikan beberapa layanan kereta penumpang di daerah tersebut setelah gempa, menyebabkan penundaan di Kereta Api Internasional Tiongkok-Laos, kata media pemerintah. Inspeksi jalur kereta api dan peralatan sedang dilakukan.
Warga setempat di Kabupaten Mojiang mengatakan mereka merasakan getaran yang cukup kuat, lapor Xinhua.