Militer Iran mengklaim hampir seluruh infrastruktur militer AS di Erbil sudah hancur. (Anadolu Agency)
Iran Klaim Hancurkan Hampir Seluruh Infrastruktur Militer AS di Erbil Irak
Willy Haryono • 26 July 2026 11:47
Teheran: Militer Iran mengklaim hampir seluruh infrastruktur militer Amerika Serikat (AS) di Erbil, Irak, telah hancur dalam konflik terbaru antara kedua negara.
Dikutip dari Anadolu Agency, Minggu, 26 Juli 2026, Iran juga menyatakan telah menyiagakan drone tempur generasi baru yang diklaim memiliki kemampuan lebih tinggi dibandingkan drone Arash-2.
Dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran pada Sabtu kemarin, Juru Bicara Militer Iran Brigjen Mohammad Reza Akraminia mengatakan serangan Iran telah menimbulkan kerusakan besar terhadap sejumlah pangkalan militer AS di kawasan.
Menurut Akraminia, banyak fasilitas militer AS kehilangan sebagian besar kemampuan operasionalnya. Ia juga mengklaim hampir seluruh infrastruktur militer AS di Erbil telah hancur sehingga kelompok-kelompok yang disebutnya anti-Iran di wilayah tersebut tidak lagi mampu menjalankan operasi.
Akraminia menambahkan, Amerika Serikat memiliki jaringan pangkalan militer yang luas di Timur Tengah, Eropa Selatan, dan kawasan Mediterania. Namun, menurutnya, Washington kini tengah berupaya mengganti berbagai kerugian material yang dialami selama konflik.
Ia juga memperingatkan bahwa Iran siap kembali melancarkan operasi militer apabila konflik kembali pecah.
"Amerika harus memahami bahwa mereka tidak dapat memaksakan kehendaknya kepada bangsa Iran melalui agresi," ujar Akraminia.
Selain itu, Akraminia mengungkapkan bahwa Iran telah menggunakan drone Arash-2 dalam konflik yang berlangsung sekitar 40 hari lalu. Kini, menurutnya, militer Iran telah mengembangkan dan menyiagakan drone tempur baru yang memiliki daya hancur, akurasi, dan jangkauan lebih besar.
Meski demikian, ia mengatakan spesifikasi dan rincian teknis mengenai drone baru tersebut belum dipublikasikan kepada masyarakat. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata AS yang Ditawarkan PM Irak