Spesifikasi Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Bukit Bulusaraung

Pesawat ATR 42-500. (ATR)

Spesifikasi Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Bukit Bulusaraung

Riza Aslam Khaeron • 20 January 2026 17:24

Jakarta: Tragedi penerbangan kembali menyita perhatian publik setelah sebuah pesawat turboprop regional ATR 42-500 dengan rute Yogyakarta–Makassar hilang kontak saat melintas di kawasan Leang-leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 17 Januari 2026. 

Pesawat milik Indonesia Air Transport (IAT) itu dijadwalkan mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin sekitar pukul 12.20 WITA, namun hingga melewati waktu pendaratan, pesawat belum tiba dan posisinya belum dapat dipastikan. 

Keesokan harinya, pada Minggu, 18 Januari 2026, serpihan badan pesawat ditemukan di Puncak Bukit Bulusaraung, wilayah perbatasan Kabupaten Pangkep dan Maros, Sulawesi Selatan. Penyebab pasti kejatuhan pesawat tersebut masih dalam penyelidikan.

Pesawat ATR 42-500 dikenal sebagai pesawat bermesin ganda turboprop yang dirancang untuk efisiensi operasional di jaringan bandara dengan infrastruktur terbatas, termasuk wilayah kepulauan. Pesawat ini diproduksi oleh perusahaan ATR.

ATR (Avions de Transport Régional) merupakan perusahaan hasil kerja sama (joint venture) antara Airbus (Prancis) dan Leonardo (Italia), dengan lini perakitan akhir berlokasi di Toulouse, Prancis.

Varian ATR 42-500, yang terlibat dalam insiden ini, mulai dikembangkan sejak 1993, menjalani penerbangan perdana pada 16 September 1994, memperoleh sertifikasi dari otoritas penerbangan sipil Prancis (DGAC) pada 28 Juli 1995, dan diserahkan pertama kali kepada maskapai Air Dolomiti pada 15 November 1995. Artinya, usia pesawat ini sudah sekitar 30 tahun.

Varian ini mulai digantikan oleh ATR 42-600 yang telah diluncurkan sejak tahun 2007 dan menjalani penerbangan perdana pada 2010. Lantas, seberapa canggih sebenarnya pesawat yang telah diproduksi selama lebih dari tiga dekade ini? Berikut penjelasannya.
 

Spesifikasi ATR 42-500


Ilustrasi: ATR

Berdasarkan informasi yang diberikan ATR, berikut merupakan spesifikasi lengkap pesawat ATR 42-500:

Konfigurasi Standar

Parameter Spesifikasi
Kapasitas penumpang 48 kursi
Mesin Pratt & Whitney PW127E/M
Daya lepas landas 2.160 SHP
Daya satu mesin saat take-off 2.400 SHP
Daya maksimum berkelanjutan 2.400 SHP
Daya maksimum saat tanjak 2.160 SHP
Daya maksimum jelajah 2.132 SHP
Propeler Hamilton Standard 568F
Jumlah dan diameter bilah 6 bilah - 3,93 m / 12,9 ft

Bobot dan Kapasitas


Ilustrasi dimensi kursi penumpang pesawat. (ATR)

Parameter Spesifikasi
Berat lepas landas maksimum (MTOW) 18.600 kg / 41.005 lb
Berat mendarat maksimum (MLW) 18.300 kg / 40.344 lb
Berat maksimum tanpa bahan bakar (MZFW) 16.700 kg / 36.817 lb
MZFW opsional 17.000 kg / 37.478 lb
Berat kosong operasional (teknis) 11.250 kg / 24.802 lb
Berat kosong operasional (tipikal lapangan) 11.500 kg / 25.353 lb
Payload maksimum (pada OEW tipikal) 5.500 kg / 12.125 lb
Kapasitas bahan bakar maksimum 4.500 kg / 9.921 lb

Performa Bandara

Parameter Spesifikasi
Jarak lepas landas (MTOW - ISA - SL) 1.165 m / 3.822 ft
TOW untuk 300 NM (muatan penuh - SL - ISA) 982 m / 3.221 ft
TOW untuk 300 NM (muatan penuh - 3.000 ft - ISA+10) 1.164 m / 3.818 ft
Kecepatan V2 minimum @ MTOW 112 KCAS
Panjang landasan mendarat (MLW - SL, standar EASA Air Ops) 966 m / 3.169 ft
Panjang landasan mendarat (muatan penuh + cadangan - SL) 906 m / 2.972 ft
Kecepatan referensi saat pendaratan 104 KIAS

Performa Jelajah dan Misi


Ilustrasi: ATR

Parameter Spesifikasi
Kecepatan tanjak optimal 160 KCAS
Laju tanjak (ISA, SL, MTOW) 1.851 ft/menit
Waktu tanjak hingga FL170 12,7 menit
Ketinggian maksimum satu mesin (95% MTOW) 13.010 ft
Kecepatan jelajah maksimum (95% MTOW, ISA) 300 KTAS / 556 km/jam
Konsumsi bahan bakar pada kecepatan jelajah 811 kg/jam / 1.788 lb/h
Jangkauan dengan muatan penuh 703 NM
Bahan bakar untuk blok 200 NM 584 kg / 1.287 lb
Waktu tempuh blok 200 NM 60 menit
Bahan bakar untuk blok 300 NM 802 kg / 1.768 lb
Waktu tempuh blok 300 NM 81 menit
 
Baca Juga:
Fakta-fakta Hilangnya Pesawat ATR 42-500 Rute Yogyakarta–Makassar

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)