Purbaya Bantah Isu Pencalonan Thomas Djiwandono Picu Pelemahan Rupiah

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Metro TV/Kautsar Prabowo

Purbaya Bantah Isu Pencalonan Thomas Djiwandono Picu Pelemahan Rupiah

Kautsar Widya Prabowo • 22 January 2026 16:42

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan bahwa isu pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menjadi penyebab melemahnya nilai tukar rupiah. Menurutnya, pelemahan rupiah telah terjadi sebelum nama Thomas muncul dalam proses pencalonan.

“Rupiah melemah sebelum Pak Thomas ditunjuk, jadi itu bukan isu. Ada faktor lain,” ujar Purbaya kepada wartawan, di Gedung DJP Wilayah Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Januari 2026.

Ia menegaskan, yang terpenting saat ini adalah komitmen bersama antara Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan seluruh elemen pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Purbaya menyatakan pemerintah percaya penuh terhadap langkah dan strategi bank sentral.

“Yang penting sekarang Bank Sentral, Kementerian Keuangan, dan seluruh elemen pemerintah sepakat menjaga stabilitas nilai tukar. Kita percaya Bank Sentral punya strategi yang tepat. Fundamental ekonomi kita terus diperbaiki dan akan semakin membaik. Jadi enggak usah khawatir,” kata Purbaya.
 


Menanggapi pertanyaan terkait apakah ada arahan khusus dari Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dalam pertemuan di Wisma Negara, Kompleks Istana Negara, Purbaya memastikan tidak ada instruksi yang bersifat mengintervensi kebijakan.

“Enggak ada. Beliau hanya berdiskusi soal kondisi ekonomi secara keseluruhan dan setuju rupiah seharusnya lebih kuat,” jelas Purbaya.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Metro TV/Kautsar Prabowo

Lebih lanjut, Purbaya menekankan pentingnya pergerakan pasar modal sebagai indikator kepercayaan investor global terhadap perekonomian Indonesia.

“Pasar modal itu bendera bagi investor dunia. Kalau pasar modal menguat, investor akan melirik, melihat fondasi ekonomi, lalu masuk. Jadi jangan anggap pergerakan pasar modal enggak penting. Foreign direct investment akan mulai banyak masuk,” pungkas Purbaya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)