Jurnalis Amerika Serikat Diculik di Baghdad, Irak

Profesi jurnalis mendapatkan ancaman kekerasan hingga penculikan serta pembunuhan. Foto: Anadolu

Jurnalis Amerika Serikat Diculik di Baghdad, Irak

Fajar Nugraha • 1 April 2026 12:37

Baghdad: Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi penculikan seorang jurnalis warga negara Amerika di Baghdad, Irak.

Otoritas Irak telah menangkap satu orang tersangka yang diduga memiliki kaitan dengan Kataib Hezbollah, sebuah kelompok milisi yang beraliansi dengan Iran.

“FBI saat ini sedang berkoordinasi intensif dengan pejabat Irak untuk mengamankan pembebasan jurnalis tersebut,” ujar Wakil Menteri Luar Negeri untuk Urusan Publik Global, Dylan Johnson, seperti dikutip dari Yeni Safak, Rabu 1 April 2026.

Johnson menambahkan bahwa pihak Kementerian Luar Negeri sebelumnya telah memberikan peringatan kepada individu terkait mengenai potensi ancaman keamanan di wilayah tersebut.

Jurnalis yang diculik diidentifikasi sebagai Shelly Kittleson, seorang kontributor untuk berbagai media berita internasional. Insiden penculikan ini memicu aksi pengejaran dramatis oleh pasukan keamanan Irak. 

Petugas mengejar mobil yang digunakan oleh para penculik hingga kendaraan tersebut terbalik. Satu orang berhasil diringkus di lokasi kejadian, sementara pencarian terhadap tersangka lainnya masih terus berlanjut. Hingga saat ini, upaya untuk melacak keberadaan Kittleson masih berlangsung, namun Kementerian Dalam Negeri Irak belum mengungkap motif di balik penculikan tersebut.

Penculikan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di Irak pasca-dimulainya kampanye militer AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Konflik regional tersebut telah menciptakan lingkungan yang sangat berisiko bagi warga asing di Irak.

Merespons insiden ini, Kementerian Luar Negeri AS kembali menegaskan status Travel Advisory Level 4 untuk Irak, yang merupakan tingkat peringatan tertinggi.

Pemerintah AS mendesak seluruh warga negaranya, termasuk jurnalis, untuk menghindari perjalanan ke Irak. Warga AS yang saat ini masih berada di Irak diminta untuk segera meninggalkan negara tersebut demi keselamatan jiwa.

(Kelvin Yurcel)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)