BPBD Catat 1.296 Jiwa Terdampak Banjir di Kota Serang

Warga melihat kondisi banjir di Perumahan Parumasan Indah, Taktakan, Kota Serang, Banten, Senin (12/1/2026). ANTARA/Desi Purnama Sari

BPBD Catat 1.296 Jiwa Terdampak Banjir di Kota Serang

Lukman Diah Sari • 12 January 2026 12:40

Serang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, Banten, mencatat sebanyak 1.296 jiwa dari 400 kepala keluarga (KK) terdampak banjir dan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah sejak Minggu, 11 Januari 2026 hingga Senin dini hari. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang Diat Hermawan mengatakan, berdasarkan laporan sementara hingga Senin pukul 02.46 WIB, sebanyak 485 unit rumah terendam banjir dan 50 jiwa terpaksa mengungsi.

“Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang menyebabkan banjir di sembilan titik kejadian, serta cuaca ekstrem yang mengakibatkan pohon tumbang dan rumah roboh,” ujar Diat, Senin, 12 Januari 2026, melansir Antara.

Warga melihat kondisi banjir di Perumahan Parumasan Indah, Taktakan, Kota Serang, Banten, Senin (12/1/2026). ANTARA/Desi Purnama Sari

Menurut Diat, banjir terparah terjadi di Kecamatan Curug, tepatnya di Lingkungan Pulo, Kelurahan Cipete, dengan ketinggian air mencapai 105 sentimeter. Selain itu, genangan juga melanda wilayah Kecamatan Cipocok Jaya, Serang, Kasemen, dan Walantaka dengan ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 80 sentimeter. Kemudian di Kecamatan Cipocok Jaya, banjir turut merendam satu fasilitas umum, yakni Pondok Pesantren Riyadul Barokah.

Selain banjir, cuaca ekstrem juga menyebabkan pohon tumbang di empat lokasi yang sempat menutup akses jalan dan menimpa rumah warga. Kejadian tersebut tersebar di Kecamatan Kasemen, Taktakan, Serang, dan Curug.

BPBD juga mencatat lima unit rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap dan dapur akibat cuaca buruk yang terjadi sejak Minggu hingga Senin dini hari. Kerusakan rumah dilaporkan terjadi di Kecamatan Kasemen, Taktakan, Walantaka, dan Cipocok Jaya.

“Kami telah menurunkan personel dan peralatan untuk mengevakuasi korban terdampak banjir, menangani pohon tumbang, serta melakukan asesmen terhadap rumah yang roboh,” kata Diat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)