Andy Burnham akan menggantikan Keir Starmer sebagai PM Inggris. (Anadolu Agency)
Andy Burnham Resmi Pimpin Partai Buruh, Siap Jadi PM Inggris pada Senin
Willy Haryono • 18 July 2026 12:19
London: Politikus senior Partai Buruh Inggris, Andy Burnham, akan resmi menjadi Perdana Menteri Inggris pada Senin, 20 Juli 2026, menggantikan Keir Starmer yang mengumumkan pengunduran dirinya bulan lalu.
Dikutip dari India Today, Sabtu, 18 Juli 2026, Burnham menjadi satu-satunya kandidat yang berhasil memperoleh dukungan cukup dari anggota parlemen Partai Buruh untuk mengikuti pemilihan kepemimpinan partai. Ia kemudian secara resmi diumumkan sebagai pemimpin baru Labour dalam konferensi khusus partai pada Jumat.
Karena Partai Buruh saat ini menguasai mayoritas di House of Commons, pemimpin partai secara otomatis akan menjabat sebagai perdana menteri tanpa perlu menggelar pemilihan umum baru.
Burnham memperoleh dukungan dari 349 dari total 401 anggota parlemen Partai Buruh.
Meski demikian, ia baru akan resmi memangku jabatan pada Senin setelah bertemu Raja Charles III di Istana Buckingham untuk menjalani proses konstitusional pembentukan pemerintahan. Hingga saat itu, Keir Starmer tetap menjalankan tugas sebagai perdana menteri sementara.
Pergantian Tanpa Pemilu
Sistem parlementer Inggris memungkinkan partai yang sedang berkuasa mengganti pemimpinnya di tengah masa jabatan tanpa harus mengadakan pemilihan umum.Dengan demikian, pergantian kepala pemerintahan kali ini tidak akan memengaruhi jadwal pemilu nasional berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada 2029, lima tahun setelah pemilu terakhir pada 2024.
Starmer mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemimpin Partai Buruh pada 22 Juni setelah kurang dari dua tahun menjabat sebagai perdana menteri.
Masa kepemimpinannya diwarnai sejumlah kontroversi politik, termasuk keputusan menunjuk seorang diplomat yang memiliki hubungan dekat dengan mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein sebagai duta besar Inggris untuk Amerika Serikat.
Tekanan terhadap Starmer juga meningkat setelah Partai Buruh mengalami kekalahan besar dalam pemilihan lokal pada Mei.
Setelah Burnham memenangkan pemilihan khusus untuk mengisi kursi di parlemen dan memperoleh dukungan luas di internal partai, Starmer akhirnya memutuskan mengundurkan diri.
Sesuai aturan Partai Buruh, seorang anggota parlemen dapat menantang pemimpin partai jika memperoleh dukungan sedikitnya seperlima anggota parlemen Labour. Burnham melampaui ambang batas tersebut dengan mudah dan tidak menghadapi penantang lain.
Perdana Menteri Ketujuh dalam Satu Dekade
Burnham akan menjadi perdana menteri ketujuh Inggris dalam kurun waktu sekitar sepuluh tahun.Dalam sistem politik Inggris, pergantian perdana menteri melalui pemilihan internal partai bukanlah hal yang tidak lazim.
Sebelumnya, Theresa May dan Boris Johnson menjadi perdana menteri setelah memenangkan pemilihan kepemimpinan Partai Konservatif ketika pendahulu mereka mengundurkan diri.
Pada 2022, Liz Truss menggantikan Johnson melalui mekanisme serupa sebelum kemudian digantikan Rishi Sunak setelah Truss mengundurkan diri hanya 49 hari kemudian.
Pada Senin, Starmer dijadwalkan menyampaikan pidato perpisahan sebelum menuju Istana Buckingham untuk secara resmi menyerahkan pengunduran dirinya kepada Raja Charles III.
Setelah itu, Burnham akan dipanggil menghadap Raja Charles III yang akan memintanya membentuk pemerintahan baru.
Prosesi konstitusional tersebut dikenal sebagai "Kissing of Hands", meskipun dalam praktik modern tidak lagi melibatkan cium tangan dan umumnya hanya berupa jabat tangan.
Usai meninggalkan istana, Burnham akan resmi menjadi orang ke-59 yang menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris.
Ia kemudian dijadwalkan menuju No. 10 Downing Street untuk menyampaikan pidato pertamanya sebagai kepala pemerintahan.
Proses transisi kekuasaan yang biasanya disiarkan secara langsung itu diperkirakan selesai hanya dalam beberapa jam, menandai kembali terjadinya pergantian pemimpin Inggris tanpa melalui pemilihan umum.
Baca juga: Dilantik sebagai Ketua Partai Buruh, Andy Burnham Siap jadi Perdana Menteri Inggris