Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Trump Tegaskan Iran Harus Membayar Mahal atas Kematian 17 Prajurit AS
Willy Haryono • 21 July 2026 10:20
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan Iran harus "membayar mahal berkali-kali lipat" atas setiap prajurit AS yang tewas dalam konflik yang sedang berlangsung saat ini.
Sejak Jumat lalu, tiga tentara AS dilaporkan tewas, sementara satu prajurit lainnya masih hilang dan diperkirakan meninggal dunia. Secara keseluruhan, sedikitnya 17 personel militer AS telah gugur sejak konflik terbuka antara AS dan Iran pecah.
"Setiap kali Iran membunuh seorang prajurit Amerika, mereka akan membayar pembunuhan itu berkali-kali lipat!" tulis Trump di platform Truth Social, seperti dikutip Metro.co.uk, Selasa, 21 Juli 2026.
Trump mengatakan instruksi tersebut telah disampaikan kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Daniel Caine, serta para pemimpin militer AS.
Seorang mantan pejabat Gedung Putih menilai Trump memahami bahwa Iran berupaya memancing Amerika Serikat ke dalam eskalasi lanjutan yang tidak populer dan berpotensi merugikan posisinya menjelang pemilu sela.
Namun, menurutnya, Trump juga menghadapi tekanan untuk merespons serangan langsung terhadap pasukan AS.
Ia menambahkan bahwa setiap langkah yang memungkinkan Trump mempertahankan reputasinya sembari menurunkan eskalasi justru akan menjadi kerugian bagi kelompok garis keras di Iran.
Serangan Iran di Yordania
Sementara itu, Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyampaikan penghormatan kepada para prajurit yang gugur melalui media sosial."Selamat jalan, para pahlawan. Pengorbanan mereka justru semakin memperkuat tekad kami," tulis Hegseth.
Pentagon sebelumnya mengidentifikasi dua prajurit yang tewas dalam serangan di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania, yakni Prajurit Dua Isabella Gonzales, 19, asal Carrollton, Texas, dan Letnan Satu Tyler J. Feehan, 25, yang ditempatkan di Fort Bragg.
Distrik Sekolah Independen Lewisville menyatakan duka cita atas wafatnya Gonzales, yang baru lulus dari Hebron High School pada musim semi 2025 dan memilih bergabung dengan militer setelah menyelesaikan pendidikan.
"Kami akan menghormati hidupnya serta teladan yang ia berikan, dan kenangan tentangnya akan selalu memiliki tempat di komunitas kami dan di hati kami," demikian pernyataan yang dikutip Hegseth.
Sementara itu, Gubernur Carolina Utara Josh Stein juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Feehan.
"Dia baru berusia 25 tahun ketika melakukan pengorbanan tertinggi demi melindungi kebebasan kita. Kami berutang rasa terima kasih kepadanya dan terus berdoa bagi seluruh pria dan wanita pemberani yang mengabdi untuk bangsa kita serta keluarga mereka," tulis Stein melalui Facebook. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Rudal Iran yang Tewaskan Dua Tentara AS di Yordania Hantam Hunian Prajurit