Melonjak Tajam! Korban Tewas Akibat Gempa Venezuela Capai 589 Jiwa

Warga melihat bangunan yang rusak parah akibat gempa di Venezuela. Foto: The New York Times

Melonjak Tajam! Korban Tewas Akibat Gempa Venezuela Capai 589 Jiwa

Fajar Nugraha • 26 June 2026 20:19

Caracas: Pelaksana tugas presiden Venezuela, Delcy Rodríguez mengatakan, jumlah korban tewas akibat gempa ganda tersebut telah meningkat menjadi 589, dengan 2.980 orang terluka.

“Kami akan menyelamatkan orang-orang yang terjebak,” kata Rodriguez, seperti dikutip dari Guardian, Jumat 26 Juni 2026.

“Kami bekerja tanpa lelah untuk tugas ini,” tegas Rodriguez.


Terdapat perbedaan yang tidak dapat dijelaskan dalam jumlah korban luka, dengan Menteri Kesehatan Venezuela Carlos Alvarado mengatakan kepada stasiun televisi pemerintah VTV kemarin bahwa lebih dari 4.300 orang telah terluka.

Rodríguez mengatakan bahwa pemerintah telah memutuskan untuk memiliterisasi negara bagian La Guaira setelah gempa bumi, menurut laporan Reuters.

La Guaira, wilayah pesisir utara Caracas, adalah daerah yang paling parah terkena dampak gempa kembar pada hari Rabu dan telah dinyatakan sebagai "zona bencana”. “Setidaknya 100 bangunan runtuh termasuk blok apartemen bertingkat tinggi,” menurut PBB.

PBB mengatakan tim pencarian dan penyelamatan internasional dari setidaknya 17 negara sedang menuju Venezuela untuk membantu mencari korban selamat, lapor AFP.

Jens Laerke, juru bicara badan kemanusiaan PBB (Ocha), mengatakan bahwa mengirim tim ke lokasi kejadian adalah "prioritas utama".

“Gempa bumi adalah salah satu hal paling dahsyat yang dapat terjadi pada negara mana pun. Ini benar-benar hal yang menakutkan,” kata Laerke.

“Tetapi apa yang kita lihat sekarang juga merupakan mobilisasi internasional yang terbaik. Seluruh sistem kemanusiaan bergerak sangat cepat, dan dalam skala besar,” ucap Laerke.

Tim dari Chile, Kolombia, El Salvador, Italia, Meksiko, Swiss, dan AS sudah berada di Venezuela, kata Laerke, menambahkan bahwa mereka akan diikuti oleh personel dari Inggris, Ceko, Ekuador, Prancis, Jerman, Yordania, Belanda, Qatar, dan Spanyol, di antara negara-negara lainnya.

(Fajar Nugraha)