Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov. Foto: Metrotvnews.com/Muhammad Reyhansyah
Hubungan RI-Rusia Kian Erat, Dubes Tolchenov Harap Kontrak Besar Segera Terwujud
Muhammad Reyhansyah • 30 June 2026 05:26
Jakarta: Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menyatakan Rusia berharap dapat segera mengumumkan kontrak-kontrak besar dan proyek bersama dengan Indonesia seiring semakin eratnya hubungan strategis kedua negara dalam berbagai sektor.
Dubes Tolchenov mengatakan, hubungan Rusia dan Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif sejak kedua negara mengadopsi Deklarasi Kemitraan Strategis pada tahun lalu.
Dalam kurun satu tahun terakhir, kerja sama bilateral dinilai mengalami kemajuan signifikan di berbagai bidang.
"Selama satu tahun terakhir kami telah mencapai kemajuan yang signifikan," kata Dubes Tolchenov dalam resepsi peringatan Hari Nasional Rusia di Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.
Ia mencontohkan, Presiden Vladimir Putin dan Presiden Prabowo Subianto telah menggelar empat kali pertemuan dalam kurun 12 bulan terakhir.
Hubungan antarlembaga legislatif juga semakin aktif, termasuk melalui kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Bachtiar Najamudin ke Rusia dua bulan lalu.
Implementasi Kemitraan Strategis
Dubes Tolchenov menjelaskan Rusia dan Indonesia kini mulai bergerak menuju implementasi berbagai kesepakatan yang telah dicapai, baik melalui mekanisme bilateral maupun dalam kerangka Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia (Indonesia-EAEU Free Trade Agreement) yang ditandatangani di St. Petersburg pada Desember 2025.Ia menyebut Komisi Bersama Rusia-Indonesia untuk Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik yang dipimpin Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia Denis Manturov dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjadi salah satu motor utama penguatan hubungan ekonomi kedua negara.
Menurut Dubes Tolchenov, pertemuan terakhir komisi tersebut yang digelar di Kazan pada Mei lalu menghasilkan berbagai kesepakatan yang kini memasuki tahap implementasi.
"Perdagangan bilateral terus tumbuh secara stabil, sementara kalangan pelaku usaha menunjukkan minat yang semakin besar untuk membangun hubungan langsung di bidang energi, transportasi maritim, galangan kapal, industri kimia dan pupuk, pertanian, teknologi informasi dan komunikasi, farmasi, pariwisata, pendidikan, serta kebudayaan," pungkas Dubes Tolchenov.